Data Pribadi 17,5 Juta Pengguna Instagram Bocor di Dark Web, Risiko Penipuan Mengintai

Data Pribadi 17,5 Juta Pengguna Instagram Bocor di Dark Web, Risiko Penipuan Mengintai

Malwarebytes mengonfirmasi adanya kebocoran 17,5 juta data pengguna Instagram dari berbagai negara.--iam-out

BACA JUGA:Grok Imagine, Kontroversi Fitur AI Baru yang Berpotensi Hasilkan Gambar dan Video Bernuansa Seksual

BACA JUGA:YouTube Down Pagi Ini, Diduga Kena Serangan Siber

Namun, metode pasti bagaimana data tersebut diperoleh hingga kini masih belum dapat dipastikan.

Respons Meta Masih Ditunggu

Hingga laporan ini dibuat, Meta sebagai perusahaan induk Instagram belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Pun, belum ada konfirmasi maupun membantah adanya kebocoran data tersebut. Ketiadaan klarifikasi dari Meta menambah kekhawatiran di kalangan pengguna.

Seiring dengan beredarnya data di internet, sejumlah pengguna Instagram dilaporkan menerima email permintaan reset kata sandi. Padahal, pernintaan itu tidak pernah mereka ajukan.

BACA JUGA:CDA KEK Singhasari Bakal menjadi Kiblat Pertahanan Siber di Asia Tenggara

BACA JUGA:Revisi UU TNI Terbaru, Tugas TNI Bertambah Atasi Narkoba dan Pertahanan Siber

Malwarebytes menyebut sebagian pesan itu bisa saja merupakan notifikasi resmi dari Instagram. Namun, tidak menutup kemungkinan ada pula yang berkaitan dengan upaya penyalahgunaan data bocor oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Perusahaan keamanan siber itu menegaskan bahwa alamat email dan nomor telepon yang terekspos sudah cukup untuk mendukung berbagai bentuk serangan.

Mulai dari phishing, upaya pengambilalihan akun, hingga serangan SIM swap, meski tanpa akses langsung ke kata sandi.

Imbauan bagi Pengguna

Sebagai langkah pencegahan, Malwarebytes mengimbau para pengguna Instagram untuk segera memperbarui kata sandi akun mereka.

BACA JUGA:Mengenal Phishing: Ancaman Kejahatan Siber di Era Digital

BACA JUGA:Converter Google Rupiah ke Rupiah Error, Pakar Siber Sebut Berbagai Kemungkinan Hingga Peretasan

Terutama jika menggunakan kata sandi yang sama di layanan lain. Selain itu, pengguna disarankan mengaktifkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication/2FA) dengan aplikasi autentikator. Bukan hanya melalui SMS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: hindustantimes.com