Benturan Peradaban
ILUSTRASI Benturan Peradaban.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
BACA JUGA:Bahasa sebagai Pembentuk Peradaban (2): Alat Interaksi dan Komunikasi
BACA JUGA:Bahasa sebagai Pembentuk Peradaban (3-Habis): Perangkai Keindonesiaan
Huntington membagi peradaban dunia menjadi beberapa peradaban besar. Yaitu, Barat-Kristen yang diwakili Amerika Serikat dan sekutunya, Amerika Latin, kebudayaan ortodoks bekas Uni Soviet dan sekutu-sekutunya, dan peradaban Timur, Buddha, Hindu, Shinto (yang diwakili Tiongkok, Jepang, India), dan peradaban Timur Islam yang diwakili negara Timur Tengah dan negara berpenduduk Islam.
Banyak yang tidak percaya terhadap tesis itu karena melihat kemesraan hubungan negara-negara Islam dengan Barat seperti Arab Saudi yang mesra dengan AS.
Namun, negara-negara Islam seperti Turkiye, Iran, dan Pakistan tetap mempunyai hubungan yang tegang dengan Barat. Setiap saat ketegangan itu bisa memicu konflik terbuka yang punya potensi menjadi perang dalam skala besar.
Konflik AS melawan Venezuela sekarang ini bisa saja mendukung tesis Huntington dan membenarkan –atau mencari pembenaran– atas tesis Fukuyama. Donald Trump menahbiskan dirinya sebagai penguasa tunggal dunia dan melepaskan diri dari hubungan dengan organisasi-organisasi kerja sama internasional.
Trump penganut keras ideologi white supremacy, ’keunggulan bangsa kulit putih’. Hal itu terlihat dalam tagline politiknya, MAGA (Make America Great Again), menjadikan Amerika Serikat kembali sebagai penguasa tunggal dunia.
Trump penguasa rasis yang anti-imigran. Ia terang-terangan menunjukkan kebenciannya kepada imigran Amerika Selatan, Asia, dan Islam.
Nasionalisme Trump yang sempit itu didukung oleh Huntington yang mempertanyakan masa depan Amerika Serikat, yang disebutnya bakal kehilangan identitas karena dicemari para imigran.
Serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela adalah upaya merealisasi keunggulan ideologi liberalisme-kapitalisme terhadap ideologi komunisme-sosialisme.
Kebencian Trump terhadap Venezuela dan negara-negara Amerika Latin –yang menjadi sarang komunisme– merupakan cermin dari perang ideologi yang oleh Fukuyama diklaim telah dimenangkan liberalisme-kapitalisme.
Dari perspektif benturan peradaban, serangan terhadap Venezuela menjadi pembenar terhadap tesis Huntington. Negara-negara Amerika Latin secara geografis berada di halaman belakang Amerika Serikat.
Namun, secara budaya, kedua bangsa berbeda dan bahkan berseberangan. Amerika Serikat adalah kampiun individualisme dan Amerika Latin adalah benteng kolektivisme, komunisme, dan sosialisme. Menundukkan Venezuela menjadi ambisi Trump untuk mewujudkan supremasi kulit putih.
Petualangan Amerika Serikat sekarang berlanjut ke Iran yang menjadi seteru terbesar. Perseteruan melawan Iran mencerminkan benturan peradaban antara Barat-Kristen melawan Timur-Islam.
Selama hampir 50 tahun sejak Revolusi 1979, Iran berada di garis paling depan dalam perlawanan ideologi dan hegemoni melawan Amerika Serikat. Meski Iran adalah negara Islam Syiah, tetapi ia mendapat simpati dari masyarakat Islam dunia kerena keberaniannya dalam menghadapi Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: