Alat Pendeteksi Sesak Inovasi Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Pernah Raih Medali Emas Internasional
Inovasi ASEK, alat pendeteksi sesak oleh siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya-Shofwan untuk Harian Disway-
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Empat siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya berhasil mengembangkan inovasi farmasi di bidang IoT dan Its Applications.
Mereka menciptakan alat pendeteksi sesak. Alat itu dirancang untuk melakukan deteksi dini pada gangguan pernapasan.
Inovasi itu berhasil dikembangkan oleh sebuah tim beranggotakan siswa kelas 5. Yakni: Noura Malia, Leanna Sharina Chafid, Nasyitha Aqila Humaira, dan Queenalesha Orlia Ramadhani.
Mereka bekerja sama mengembangkan teknologi yang menggabungkan kepedulian sosial dengan kecanggihan perangkat lunak.
BACA JUGA:Peringati 1 Muharram 1445 H, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya Gelar Pawai
BACA JUGA:Pertamina Energi Negeri Serentak di 28 Kota: Edukasi Energi untuk 19 Ribu Siswa SD
Ide pembuatan alat pendeteksi sesak itu dilatarbelakangi dari kepedulian anggota tim. Mereka kerap melihat seseorang menderita sesak napas. Bahkan pneumonia.
Berangkat dari keinginan untuk mempercepat proses penanganan dini, mereka menciptakan alat pendeteksi yang diberi nama "ASEK".
Mekanisme kerjanya sederhana. Awalnya, seorang pengguna memasukkan data usia ke dalam alat. Sebab, frekuensi napas normal berbeda-beda pada setiap jenjang umur.
"Terdapat sensor dan buttons pada alat untuk mendukung proses deteksi," ujar Leanna menjelaskan fitur yang terdapat di alat pendeteksi sesak itu.
BACA JUGA:Cegah Penyakit Menular pada Anak, Siswa SD-SMP di Surabaya Dapat Imunisasi Gratis
BACA JUGA:TKA SD hingga SMP 2025 Mulai Digelar Besok, Kemendikdasmen Tegaskan Bukan Penentu Kelulusan

Inovasi alat pendeteksi sesak oleh siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya-Shofwan untuk Harian Disway-
Kemudian, pengguna meletakkan tangan pada sensor selama satu menit. Mikrokontroler ESP32 pada alat itu akan memantau pola pernapasan pengguna secara akurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: