Diskusi AJI Surabaya Solusi Palsu Pengelolaan Sampah: Langkah Paling Mudah, Pilah dari Rumah

Diskusi AJI Surabaya Solusi Palsu Pengelolaan Sampah: Langkah Paling Mudah, Pilah dari Rumah

DISKUSI Solusi Palsu Pengelolaan Sampah dipandu Yulianus Andre Yuris (kiri), Okky Hari Mukti (dua dari kiri), Wahyu Okto (dua dari kanan), dan Hermawan Some (kanan) pada Kamis, 22 Januari 2026.-Adinda Rahmatanti-Harian Disway

Tentang pemilahan sampah, Komunitas Kampung Iklim Pondok Manggala Balasklumprik dan Sambiarum mengatakan bahwa pendekatannya memang harus lebih intensif. Semuanya berawal dari tingkat rumah tangga.

Warga Keluruhan Balasklumprik menerapkan memilah sampah di rumah. Sampah-sampah itu kemudian diproses di rumah kompos menggunakan sistem aerasi.

"Dalam sebulan, kami bisa mengelola sampah organik hampir 1 ton. Yang dibuang ke TPS Benowo mungkin hanya sampah-sampah yang belum bisa kami kelola," ujar Okky Hari Mukti, community leader Kampung Iklim Pondok Manggala Balasklumprik.

BACA JUGA:Peduli Lingkungan, Dewanti Rumpoko Ajak Pilah Sampah di Rumah

BACA JUGA:Tantangan 7 Hari Zero Waste, Langkah Mudah Kurangi Penumpukan Sampah


PESERTA DISKUSI Solusi Palsu Pengelolaan Sampah berfoto bersama setelah pertemuan di Pantry Coffee Shop. -@nolsampah_id-Instagram

Inovasi untuk mengurangi aroma tidak sedap dalam proses pengomposan membuat aktivitas mandiri pengelolaan sampah menarik. Penambahan limbah kulit buah jeruk dan nanas dalam proses tersebut terbukti manjur.

Sementara itu, di Sambikerep, bank sampah mandiri warga mampu mengelola 1-2 ton sampah anorganik per bulan. Hasilnya dikonversi menjadi sembako atau pembayaran kebutuhan digital warga.

"Dengan ini ada circular economy yang terjadi dan nasabah menjadi bertambah," ujar Wahyu Okto, community leader Kampung Iklim Sambiarum, Sambikerep.

Komunitas-komunitas tersebut juga aktif "merekrut" generasi muda sebagai pejuang lingkungan hidup. Di antaranya melalui program Green Warrior dan Campoeng (Camping di Kampung).

BACA JUGA:Ultah ke-26, AJI Surabaya Jalin Kerja Sama dengan FIKOM UKWMS untuk Perkuat Kajian Akademis dan Penelitian Jurnalistik

BACA JUGA:Surabaya Hadapi Darurat Sampah, Pengelolaan Sampah Mandiri Pelaku Usaha Diuji Efektivitasnya

Melalui kegiatan itu, anak-anak dan remaja diberi pemahaman tentang pentingnya memilah sampah. Mereka juga diajak memilah sampah secara langsung dan dibiasakan bertanggung jawab atas porsi makan mereka sendiri.

Kebiasaan tersebut penting untuk mencegah timbulnya sampah organik baru dari sisa makanan alias food waste.

Kemandirian warga dalam mengelola ratusan kilogram hingga ton sampah setiap bulannya menunjukkan bahwa pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat juga solusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: