Benarkah Orang Indonesia Paling Bahagia di Dunia?
ILUSTRASI Benarkah Orang Indonesia Paling Bahagia di Dunia?-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
BEBERAPA HARI terakhir saya tersenyum senang, sekaligus mengernyit gamang, ketika membaca berita: Presiden Prabowo disebut mengatakan bahwa orang Indonesia adalah yang paling bahagia di dunia.
Pernyataan itu terdengar menyejukkan. Seperti hujan di tengah kemarau panjang rasa pesimisme bangsa. Namun, sebagai akademisi, naluri saya langsung bertanya: benarkah demikian? Bahagia versi siapa?
Bahagia memang kata yang sangat licin. Kadang bisa berarti senyum, tawa, rasa cukup, rasa syukur. Tapi, juga bisa menjadi angka, indeks, dan peringkat. Maka, pertanyaan kuncinya bukan sekadar ”apakah kita bahagia”, mlainkan ”bahagia menurut ukuran siapa”. Mari, kita luruskan duduk perkaranya.
BACA JUGA:Inilah 10 Negara Paling Bahagia di Dunia, Negara Nordik Mendominasi
BACA JUGA:Cerita Diaspora oleh Mushonnifun Faiz Sugihartanto (5): Welcome, Negara Paling Bahagia!
Pernyataan ”Indonesia paling bahagia” ternyata merujuk pada sebuah studi internasional bernama Global Flourishing Study (GFS). Itu bukan survei sembarangan. Penelitinya bukan kaleng-kaleng: Harvard University, Baylor University, Gallup, dan Center for Open Science.
Metodologinya serius. Respondennya lintas negara. Namun, jangan lupa: yang diukur GFS bukan sekadar ”kebahagiaan”, melainkan juga ”flourishing”.
APA ITU FLOURISHING?
Dalam literatur modern, dan sebenarnya juga dalam filsafat klasik, flourishing berarti kehidupan yang tumbuh secara utuh. Tidak hanya senang, tetapi juga bermakna. Tidak hanya cukup, tetapi juga terhubung.
BACA JUGA:Finlandia Tetap Diklaim sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia, Simak Sisi Menariknya
GFS mengukur flourishing dengan enam dimensi sekaligus. Yaitu, kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan fisik dan mental, makna dan tujuan hidup, karakter dan nilai moral, relasi sosial yang dekat, dan stabilitas material.
Dengan kata lain, GFS tidak bertanya, ”apakah Anda bahagia hari ini?” Namun, ia bertanya lebih dalam: ”apakah hidup Anda berjalan baik sebagai manusia?”
Di titik itulah Indonesia tampil mengejutkan. Dalam sampel negara yang diteliti, skor flourishing Indonesia sangat tinggi. Yaitu: relasi sosial kuat. Rasa makna hidup tinggi. Ikatan keluarga dan komunitas hidup. Spiritualitas memberikan penyangga psikologis. Dalam ukuran itu, Indonesia memang bisa disebut unggul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: