Tip Rawat Luka Diabetes di Rumah, Cegah Komplikasi Serius

Tip Rawat Luka Diabetes di Rumah, Cegah Komplikasi Serius

Spesialis orthopedi dr. Muhammad Shoifi, Sp.OT(K) mempraktikkan cara membalut luka untuk perawatan luka medis di ruang klinik Medis Fine, Ciputra World Mall, 26 Januari 2026.-Guruh D.N.-HARIAN DISWAY

Langkah awal yang penting dilakukan adalah penilaian luka secara rutin. Pasien atau pendamping perlu memperhatikan beberapa hal.

Seperti ukuran dan kedalaman luka, perubahan warna jaringan, serta tanda-tanda infeksi: kemerahan, bengkak, nyeri, atau keluarnya cairan bernanah. Luka dengan jaringan mati atau menghitam sebaiknya segera mendapatkan penanganan tenaga medis. 

Selain penilaian rutin, pengelolaan infeksi menjadi faktor kunci dalam perawatan luka diabetes. Luka harus dibersihkan. Yakni menggunakan antiseptik yang direkomendasikan tenaga kesehatan.


Praktik perawatan luka yang dilakukan oleh dr. Muhammad Shoifi, Sp.OT(K) di klinik Medis Fine, Ciputra World Mall, 26 Januari 2026.-Guruh D.N.-HARIAN DISWAY

BACA JUGA:Puasa untuk Penderita Diabetes, Aman atau Berisiko?

BACA JUGA:Pilihan Makanan Aman untuk Penderita Diabetes Saat Berpuasa

Antiseptik itu dapat mengendalikan kuman tanpa merusak jaringan sehat. Pada luka yang tidak terlalu dalam, penggunaan salep antibiotik topikal dapat membantu mencegah infeksi lanjutan.

Penutupan luka menggunakan dressing atau balutan yang tepat juga sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan.

Balutan berfungsi melindungi luka dari kuman. Sekaligus menjaga kelembapan area luka agar jaringan baru dapat tumbuh dengan optimal.

Kontrol gula darah yang baik turut menentukan keberhasilan penyembuhan luka. Kadar gula darah yang tinggi dapat menghambat regenerasi jaringan dan meningkatkan risiko infeksi.

BACA JUGA:12 Makanan Pantangan Bagi Pengidap Diabetes Saat Puasa

BACA JUGA:10 Tip Puasa Aman untuk Penderita Diabetes

Karena itu, pasien dianjurkan melakukan pengecekan gula darah secara rutin, menerapkan pola makan seimbang sesuai anjuran dokter, serta mengonsumsi obat atau insulin sesuai dosis yang ditetapkan.

Pemilihan dressing juga perlu disesuaikan dengan kondisi luka. Hidrogel umumnya digunakan untuk luka dengan jaringan mati. Karena dapat membantu proses pembersihan.

Hidrokoloid cocok untuk luka dengan cairan berlebih. Sementara alginat efektif menyerap eksudat pada luka yang basah. Pemilihan balutan itu sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan tenaga medis. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: