Anak Bunuh-Bakar Ibu sampai Gosong di Mataram: Fenomena Lambat Dewasa

Anak Bunuh-Bakar Ibu sampai Gosong di Mataram: Fenomena Lambat Dewasa

ILUSTRASI Anak Bunuh-Bakar Ibu sampai Gosong di Mataram: Fenomena Lambat Dewasa.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Apakah Rio pecandu narkoba? Dijawab Owi, ”saya tidak tahu itu. Yang saya tahu, ia rajin salat. Juga, suka bersosialisasi dengan warga sini. Bahkan, saat gempa Lombok tahun 2018, ia mondar-mandir mengirimkan sumbangan kepada para korban gempa. Rio orang pertama yang menyumbang korban gempa.”

Berdasar data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Mataram, Bara Primario pernah divonis empat tahun penjara dan denda Rp800 juta karena mengedarkan ganja. Vonis itu dijatuhkan majelis hakim PN Mataram pada 2021. Bara menjalani hukuman dan sudah bebas.

Diwawancarai wartawan, kakak ipar Rio, Sri Kurniawati, mengungkapkan bahwa Rio dermawan. ”Saat gempa dulu (Juli 2018) ia orang pertama turun tangan. Selain membantu para korban, juga menyumbang kebutuhan hidup para korban,” kata Sri.

Apakah Rio dibenci ibunya? Dijawab Sri: ”Ibunya sangat sayang kepada Rio. Sebaliknya, Rio juga kelihatan sayang kepada ibunya.”

Dengan profil tersangka itu, kok bisa ia membunuh ibunya? Pembunuhan oleh anak terhadap ibunda sudah perbuatan keji. Apalagi, membakar mayatnyi. Bahkan, memastikan pembakaran mayat selama sejam. Luar biasa kejam.

Namun, kuncinya seperti dikatakan Sri, Bara sangat disayangi ibunda.

Dikutip dari Verywell Mind, 4 Februari 2025, berjudul Ask a Therapist: My Daughter Takes Advantage of My Generosity, What Can I Do? karya psikoterapis Amy Morin, diungkapkan tentang anak yang terlalu disayangi ibu.

Artikel tersebut rubrik tanya jawab pembaca Verywell Mind dengan pakar, Amy Morin.

Pertanyaan pembaca: Putri saya sudah dewasa, berpikir bahwa saya dan suami wajib membantunya karena dia adalah ibu tunggal. Namun, berapa pun uang yang kami berikan atau berapa pun waktu yang kami habiskan untuk menjaga anak-anak dia secara gratis, dia bersikeras bahwa kami tidak cukup membantunya. 

Kami pikir dia memanfaatkan kemurahan hati kami. Tetapi, kami takut apa yang akan terjadi kepadanya jika kami tidak membantu. Apa yang harus kami lakukan (Marion, 64)

Jawaban Amy: Anda berada dalam situasi sulit. Jelas, Anda ingin membantu putri dan cucu. Namun, sepertinya Anda merasa bantuan Anda tidak diterima dengan baik. Fakta bahwa Anda merasa dimanfaatkan adalah tanda pasti bahwa sudah saatnya untuk menetapkan batasan yang sehat.

Dilanjut: Wajar jika Anda merasa memiliki kewajiban terhadap putri Anda. Dia adalah seorang ibu tunggal, dan Anda tentu tidak ingin melihat dia atau cucu-cucu Anda kesulitan.

Tapi, Anda sudah tidak wajib untuk membantu. Dia sudah dewasa. Kehidupan dia terserah dia untuk mengurus diri sendiri dan anak-anak.

Anda tidak diwajibkan secara hukum atau moral untuk ikut membantu, tentu bukan berarti Anda tidak bisa membantu. Terserah Anda untuk memutuskan seberapa banyak Anda ingin membantu.

Kuncinya adalah menyadari bahwa bantuan Anda adalah sebuah pilihan. Anda dapat membantunya karena Anda ingin. Bukan karena Anda harus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: