Update Harga Tiket Masuk Borobudur Terbaru 2026 untuk Naik ke Area Stupa

Update Harga Tiket Masuk Borobudur Terbaru 2026 untuk Naik ke Area Stupa

Ini daftar harga tiket Borobudur terbaru 2026, lengkap dengan pilihan naik ke area stupa.--pinterest

HARIAN DISWAY - Borobudur kini tidak lagi diperlakukan sebagai tempat wisata biasa. Ia diperlakukan sebagai warisan budaya. Tentu harus dijaga. Itu sebabnya sistem tiket Borobudur kini dibuat berlapis.

Tidak semua pengunjung otomatis boleh naik ke struktur candi. Akses ke relief dan stupa utama diatur ketat. Ada harga, ada kuota, ada sesi. Tujuannya agar Borobudur tidak cepat aus oleh langkah kaki manusia.

Dilansir dari berbagai sumber, pada 2026, setidaknya ada tiga jenis tiket. Yakni tiket reguler, tiket naik struktur, dan tiket terusan.

Tiket Regular

 

Tiket itu paling umum. Sekaligus paling ramah untuk semua kalangan. Cocok bagi pengunjung yang ingin berfoto dengan latar megah Borobudur. Bisa juga berjalan santai di taman. Atau datang bersama orang tua yang tidak memungkinkan menaiki tangga curam.

BACA JUGA:Viral Pemasangan Lift di Candi Borobudur untuk Prabowo dan Macron, Istana Jami Tidak Merusak Struktur

BACA JUGA:Sarhunta Borobudur, Alternatif Penginapan Murah Dekat Kawasan Wisata Magelang


Tiket Borobudur sekarang bukan cuma soal masuk. Ada kuota, ada sesi, ada aturan. Semua demi candi yang bertahan lebih lama.--pinterest

Dengan tiket itu, pengunjung hanya berada di area pelataran dan halaman candi. Tidak naik ke bangunan utama.

Harganya relatif terjangkau. Wisatawan domestik dewasa dikenakan Rp50.000. Sementara anak usia 3-10 tahun Rp25.000.

Untuk wisatawan mancanegara, tiket reguler dibanderol Rp400.000 untuk dewasa dan Rp250.000 untuk anak.

Fasilitasnya mencakup akses gerbang utama, area taman wisata, museum jika sedang dibuka, serta layanan shuttle mobil listrik. Namun, layanan itu biasanya dikenakan biaya tambahan.

BACA JUGA:Pemerintah Targetkan Candi Borobudur Bisa Sedot 2 Juta Wisman

BACA JUGA:Perayaan Waisak Gerakkan Sektor Parekraf Sekitar Borobudur, Hotel dan Homestay Penuh

Tiket Naik Struktur Candi

Tiket naik struktur candi sering disebut sebagai “golden ticket”. Paling dicari, paling cepat habis, dan paling menentukan pengalaman berkunjung.

Dengan tiket itu, pengunjung bisa menapaki lorong-lorong relief Borobudur, dari bagian bawah hingga area stupa teratas. Tapi karena menyentuh langsung tubuh candi, tiket itu dibatasi ketat. Ada kuota, ada jam masuk, ada sesi.

Untuk wisatawan domestik, harga tiket naik struktur ditetapkan Rp120.000 untuk dewasa dan Rp75.000 untuk anak. Sementara wisatawan mancanegara dikenakan Rp455.000 untuk dewasa dan Rp305.000 untuk anak.


Mau sentuh relief atau sekadar menikmati taman? Ini daftar harga tiket Borobudur terbaru 2026, lengkap dengan pilihan naik ke area stupa.--pinterest

Dengan harga tersebut, pengunjung akan mendapat sandal upanat, alas kaki khusus konservasi. Dirancang agar batu candi tidak cepat aus. Sandal itu boleh dibawa pulang.

BACA JUGA:Pemerintah Akan Pasang Chatra di Puncak Stupa Induk Candi Borobudur, Menag: Untuk Menarik Wisatawan

BACA JUGA:Fadli Zon Klarifikasi Isu Eskalator di Borobudur: Hanya Chairlift untuk Penyandang Disabilitas

Pengunjung juga didampingi pemandu wisata bersertifikat (Pamatsil) yang menjelaskan makna relief, filosofi bangunan, hingga sejarah Borobudur. Setiap pengunjung mengenakan wristband khusus sesuai jam kunjungan.

Tiket Terusan

Tiket terusan merupakan tiket favorit pemburu wisata hemat. Itu menggabungkan kunjungan ke beberapa destinasi. Seperti Borobudur ke Prambanan atau Borobudur ke Ratu Boko.

Harganya Rp75.000 untuk dewasa dan Rp35.000 untuk anak. Lebih murah dan efisien. Namun, tiket terusan umumnya hanya berlaku untuk akses pelataran. Bukan naik ke struktur Candi Borobudur.

Skema tiket berlapis itu menandai perubahan besar dalam pengelolaan Borobudur. Jumlah pengunjung mungkin dibatasi. Tapi kualitas pengalaman ditingkatkan.

BACA JUGA:Sutanto Mendut Kritisi Kebijakan Pemerintah Soal Tiket Candi Borobudur

BACA JUGA:Perjalanan Biksu ke Borobudur Tinggal 135 Km

Bagi wisatawan, konsekuensinya jelas. Datang ke Borobudur kini perlu perencanaan. Tidak bisa lagi spontan berharap bisa naik sampai stupa. Tiket naik struktur bisa habis jauh-jauh hari. Terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Borobudur pada 2026 adalah ruang belajar. Tentang bagaimana masa lalu dijaga agar tetap punya masa depan. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: