Watak Imperialis Amerika Serikat yang Tak Pernah Berubah

Watak Imperialis Amerika Serikat yang Tak Pernah Berubah

ILUSTRASI Watak Imperialis Amerika Serikat yang Tak Pernah Berubah.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

AMERIKA SERIKAT (AS) menjadi negeri adidaya dan penguasa dunia sejak Perang Dunia usai pada 1945. Hampir satu abad. Namun, hingga hari ini kebijakan luar negeri pemerintah AS memperlihatkan watak politik yang tak pernah berubah: imperialis dan bergaya penjajah

Sebuah paradoks. Mengeklaim diri sebagai kiblat demokrasi dunia, tetapi realitasnya represif: tidak hanya kepada negara lain, tetapi juga kepada rakyat AS sendiri.

WATAK IMPERIALIS NEGARA ANGLO-SAXON

Meski memiliki demografi yang heterogen dan dibangun dengan semangat multikulturalisme, AS tidak pernah melepaskan identitasnya sebagai bagian dari negara Anglo-Saxon yang berdiri pada piramida paling puncak pada abad modern. 

BACA JUGA:Amerika Serikat Sheriff Dunia: Ketika Tombstone Bertemu Geopolitik Kontemporer

BACA JUGA:Satu Presiden Diculik, Satu Kekuasaan Diserahkan: Amerika Serikat dan Seni Mengganti Rezim

Secara historis, negara-negara dalam lingkaran itu memiliki DNA ekspansionis yang dibangun atas keyakinan bahwa nilai-nilai mereka adalah standar peradaban yang harus disebarkan tanpa boleh ada penolakan.

Kebijakan politik luar negeri yang imprealis makin tidak terkendali setelah AS bersama negara sekutu lainnya, yaitu Inggris, Prancis, dan Uni Soviet, menjadi pemenang dalam Perang Dunia II

Namun, tak lama setelah Perang Dunia II, Uni Soviet menjadi faksi tersendiri yang menimbulkan ketegangan baru geopolitik global antara Blok Barat dan Blok Timur (negara-negara komunis). 

BACA JUGA:Tenang, Amerika Serikat Tak Selalu Menang Perang

BACA JUGA:Tragedi Kemanusiaan di Gaza dan Hipokrisi Barat-Amerika Serikat

Ketegangan  itu ditandai dengan berdirinya negara Jerman Timur, Perang Korea, Perang Vietnam, dan ketegangan diplomatik dengan negara-negara komunis lainnya hingga mencapai puncak dengan runtuhnya Uni Soviet pada akhir tahun 1991. 

Namun, watak imperialis itu sesungguhnya sudah muncul sejak sebelum AS terlibat dalam Perang Dunia II. Namun ”imperialisme” sebelum Perang Dunia mengarah kepada penindasan masyarakat kulit putih kepada masyarakat asli Amerika (suku Indian) dan warga kulit hitam (Afrika Amerika). 

Salah satu catatan sejarah ”imperialisme” dan penindasan brutal warga kulit putih Amerika kepada suku Indian dikisahkan sangat apik dalam film Killers of The Flower Moon yang dibintangi Leonardo DiCaprio dan Robert de Niro. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: