Alumni Komunikasi Unair 1991 Gelar ‘Baur Sadalu 2026’, Napak Tilas Kampus dan Pererat Silaturahmi

Alumni Komunikasi Unair 1991 Gelar ‘Baur Sadalu 2026’, Napak Tilas Kampus dan Pererat Silaturahmi

Alumni Ilmu Komunikasi angkatan 1991 dari Universitas Airlangga menggelar reuni 'Baur Sadalu Komunikasi 2026' di Kampus FISIP Surabaya.-Dok. FISIP Unair-

SURABAYA, HARIAN DISWAY — Suasana Kampus FISIP Universitas Airlangga yang biasanya lengang pada Sabtu mendadak ramai pada Sabtu, 24 Januari 2026. 

Puluhan alumni Ilmu Komunikasi angkatan 1991 berkumpul dalam acara bertajuk Baur Sadalu Komunikasi 2026 untuk melepas rindu sekaligus napak tilas ke kampus yang pernah menjadi saksi perjalanan akademik mereka.

Sebanyak 28 alumni dari total 50 orang satu angkatan hadir dalam reuni tersebut. Mereka datang dari berbagai kota, seperti Malang, Tulungagung, Solo, hingga Jakarta. 

BACA JUGA:RS Unair Hadirkan Cathlab Berbasis Teknologi Virtual, Biaya Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan!

BACA JUGA:FIB Unair Dorong Pelajar Jadi Warga Digital yang Beretika dan Santun Berbahasa

Titik kumpul kegiatan dimulai dari Rumah Singgah di Surabaya sebelum rombongan bergerak menuju Kampus FISIP.

Perwakilan alumni, Andria Saptyasari, mengatakan pertemuan ini menjadi momen penting setelah terakhir kali mereka berkumpul pada 2018 dalam Reuni Akbar 30 tahun Ilmu Komunikasi. 

Pandemi dan kesibukan masing-masing menjadi alasan tertundanya pertemuan lanjutan.

“Ini pertemuan yang sangat berarti bagi kami. Setelah delapan tahun, akhirnya kami bisa berkumpul lagi, menyambung frekuensi, dan mengenang masa-masa kuliah,” ujar dosen Departemen Komunikasi FISIP Unair itu.

BACA JUGA:Berdayakan Aset BUMdes, Mahasiswa BBK 7 Unair Tingkatkan Visibilitas Rooftop Kopi Senja Mojokerto

BACA JUGA:Mahasiswa BBK 7 Unair Tanamkan Orientasi Masa Depan Sejak Dini di SDN Truni, Lamongan

Selama kunjungan ke kampus, para alumni menyoroti berbagai perubahan fasilitas yang kini tampak lebih modern dibandingkan era 1990-an. 

Mereka menyempatkan diri menelusuri sudut-sudut kelas yang dulu menjadi ruang perjuangan meraih gelar sarjana.

Obrolan hangat pun mengalir sepanjang pertemuan, mulai dari kisah biaya kuliah yang relatif murah di masa lalu hingga pengalaman “titip absen” yang berujung teguran dosen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: