7 Pantangan Jelang Imlek 2026, Rezeki Lancar di Tahun Kuda Api
Tahun Baru Imlek 2025 jauhi berbagai pantangan-mentatdgt-Pexels
HARIAN DISWAY - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 tinggal menghitung hari. Tahun ini, kalender Tionghoa akan memasuki Tahun Kuda Api.
Tahun tersebut dipercaya membawa energi kuat, penuh semangat. Sekaligus menuntut kehati-hatian dalam bertindak dan mengambil keputusan.
Ada banyak tradisi yang dilakukan saat Imlek. Terutama soal pantangan. Itu diyakini berpengaruh pada lancarnya rezeki, kesehatan, hingga keharmonisan hidup sepanjang tahun.
Terutama di awal tahun. Setiap tindakan dianggap sebagai “penentu arah” nasib ke depan. Jelang Imlek 2026, ada 7 pantangan penting yang sebaiknya dihindari. Supaya energi positif dan rezeki tetap mengalir lancar di Tahun Kuda Api.
BACA JUGA:5 Ide Kreatif Bikin Perayaan Imlek Berkesan di Sekolah
BACA JUGA:Tren Baju Imlek 2026, Perpaduan Qipao Modern dengan Sentuhan Kain Wastra Nusantara

Tahun Kuda Api identik dengan energi besar dan keberanian. Tapi hati-hati, beberapa kebiasaan sepele saat Imlek justru dipercaya bisa menghambat hoki dan rezeki.--iStockphoto
1. Menyapu dan Membuang Sampah di Hari Pertama Imlek
Pantangan klasik yang masih dipegang kuat hingga kini: menyapu atau membuang sampah pada hari pertama Imlek. Sebab, dipercaya sama dengan membuang rezeki dan keberuntungan yang baru datang.
Jika rumah terasa kotor, bersabarlah sejenak. Bersih-bersih besar sebaiknya dilakukan sebelum malam pergantian tahun.
2. Mengucapkan Kata-Kata Negatif atau Kasar
Di Tahun Kuda Api yang penuh energi, ucapan diyakini memiliki daya tarik yang kuat. Hindari mengeluh, berkata kasar, atau menyebut hal-hal bernuansa kemalangan.
Apalagi saat Hari Raya Imlek. Itu dipercaya dapat “mengundang” kesialan sepanjang tahun. Pilih kata yang baik, optimistis, dan penuh harapan.
BACA JUGA:Hong Kong Sambut Tahun Kuda dengan Parade Ikonik dan Tradisi Imlek Semarak
BACA JUGA:Mercure Surabaya Grand Mirama Siapkan Perayaan Imlek 2026 Bertema Eternal Lunar Grace
3. Meminjam atau Menagih Utang Saat Imlek
Meminjam uang pada awal tahun dipercaya membuka siklus kekurangan sepanjang tahun. Begitu pula menagih utang. Itu dianggap membawa energi konflik.
Idealnya, urusan finansial dibereskan sebelum Imlek. Sehingga tahun baru dimulai dengan perasaan lega. Begitu pun pada hari-hari setelahnya.
4. Memecahkan Barang, Terutama Piring atau Gelas
Barang pecah identik dengan pertanda kurang baik. Memecahkan barang saat Imlek bisa mengurangi keberuntungan dan keharmonisan di antara penghuni rumah.
Jika tak sengaja terjadi, sebagian orang umumnya mengucapkan doa atau kalimat penangkal sebagai simbol menolak sial.
BACA JUGA:Jarang Terjadi! Hari Raya Imlek dan Awal Ramadan Beda Sehari
BACA JUGA:Kampung Pecinan Tambak Bayan Bersolek Sambut Imlek 2026, Susun Lini Masa Autentik

Tahun Baru Imlek 2577 jatuh pada 17 Februari 2026, identik dengan tradisi keluarga, angpao, dan simbol keberuntungan.-Mainsonbox-Pinterest
5. Potong Rambut di Hari Imlek
Memotong rambut saat Imlek adalah sebuah pantangan. Sebab, itu diyakini sama dengan “memotong rezeki".
Tradisi itu dijalankan oleh masyarakat luas. Terutama bagi yang merayakan Imlek. Sehingga banyak salon tutup pada hari pertama tahun baru. Waktu terbaik untuk potong rambut adalah beberapa hari sebelum tahun baru tiba.
6. Mengenakan Pakaian Warna Gelap atau Kusam
Imlek identik dengan warna cerah. Terutama merah yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Mengenakan pakaian hitam atau warna kusam dipercaya membawa aura duka. Itu bisa menghambat energi positif di awal tahun.
7. Tidur Sepanjang Hari dan Malas Beraktivitas
Tahun Kuda Api melambangkan kerja keras, keberanian, dan gerak cepat. Tidur seharian saat Imlek dianggap sebagai simbol kemalasan. Dampaknya diyakini bisa terbawa sepanjang tahun.
BACA JUGA:10 Ucapan Imlek 2026 Bahasa Mandarin, Inggris, dan Indonesia untuk WhatsApp
BACA JUGA:Tren Baju Imlek 2026, Perpaduan Qipao Modern dengan Sentuhan Kain Wastra Nusantara
Meski hari libur, tetaplah beraktivitas ringan. Bisa juga dengan cara saling beranjangsana ke rumah kerabat lain.
Meski tak semua orang mempercayainya secara mutlak, tradisi Imlek mengajarkan kesiapan mental, sikap optimistis, dan penghormatan pada tradisi. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: