Pameran Seni Expression in Colour, Wujud Kebebasan Berekspresi Anak Tanpa Gawai

Pameran Seni Expression in Colour, Wujud Kebebasan Berekspresi Anak Tanpa Gawai

Anak-anak SD Santa Maria menghadiri peresmian pameran Expression in Colour di Taman Budaya Provinsi Jawa Timur pada 4 Februari 2026. - Ilmi Bening - Harian Disway

 

“Terkadang tanpa disadari, orang tua membatasi ruang gerak anak dengan berkata, 'Anak saya tidak bakat menggambar.' Padahal tanpa memberikan kesempatan untuk mencoba, kita tidak akan pernah tahu potensi asli mereka,” imbuhnya.

Muit Arsa, salah seorang pengajar ekstrakurikuler seni lukis, menyebut bahwa proses pembuatan karya seni anak-anak tidak dibatasi oleh tema-tema tertentu.

Mereka bebas mengekspresikan sesuatu yang ingin dilukis dan digambar. Guru harus membiarkan anak tetap nyaman. Juga menikmati proses tanpa merasa terbebani.

BACA JUGA:Mengingat Kenangan Lewat Seni, Vinautism Gallery Gelar Pameran Seni Rupa Rumah Ingatan

BACA JUGA:Pameran Move Art di Galeri Prabangkara Awali Pekan Seni Rupa Jawa Timur 2026

“Guru hanya berperan mengarahkan jika siswa merasa bingung. Namun, harus tetap menjaga keaslian ide karya anak-anak. Semoga pameran ini bisa menjadi sarana regenerasi seniman. Supaya aktivitas seni rupa di Jawa Timur tetap tumbuh dan berkembang,” katanya.

Muit mempercayai bahwa anak-anak memiliki kemampuan dan imajinasi yang berbeda. Sebagai orang tua, hanya perlu memberi dukungan dan semangat. 

 

Salah satu contohnya adalah Astrid Purwanto, siswa kelas 3 di SD Santa Maria Surabaya. Dia gemar balon. Dalam karyanya pun Astrid cenderung melukis balon-balon.

“Kegiatan menggambar balon tersebut dilakukan sepenuhnya di sekolah. Setelah selesai, karya tersebut tidak dibawa pulang. Tetapi  langsung dikumpulkan untuk dipamerkan. Dia memang suka melukis dan menggambar sejak playgroup. Waktu dapat kesempatan ikut pameran ini, dia merasa senang sekali,” ungkap Lucia Sinta, orang tua Astrid.

BACA JUGA:Pameran Urban Echoes di Kokoon Hotel Surabaya Hidupkan Jejak Kota Lama Lewat Sketsa

BACA JUGA:Pameran Tunggal Keempat Anang Prasetyo Tak Sengguh Kemanten Anyar, Sajikan Ruang Kontemplatif Petani Jiwa

Lucia berharap bahwa pameran tersebut bisa berkelanjutan. Supaya karya seni anak-anak memperoleh banyak dukungan dan apresiasi.

Sementara itu, Maria Elizabeth Ofin, pengajar seni rupa dan kerajinan dari Kampus Santa Maria Sidoarjo, ingin supaya anak-anak terus semangat berkarya dan mengejar cita-cita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: