Menguatkan Tes Kompetensi Akademik sebagai Assessment for Learning
ILUSTRASI Menguatkan Tes Kompetensi Akademik sebagai Assessment for Learning.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
KONSEP ASSESSMENT FOR LEARNING
Assessment for learning merupakan pendekatan asesmen yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Dalam bukunya berjudul Assessment and Classroom Learning, Black dan Wiliam (1998) menegaskan bahwa asesmen jenis itu bertujuan memberikan umpan balik yang membantu murid memahami posisi belajarnya saat ini, target yang harus dicapai, serta langkah-langkah untuk mencapainya.
Assessment for learning dicirikan oleh orientasinya yang lebih menekankan proses pembelajaran. Melalui asesmen itu, murid memperoleh umpan balik yang konstruktif dan berkelanjutan untuk memahami kemajuan belajarnya serta area yang masih perlu ditingkatkan.
Pada saat yang sama, assessment for learning mendorong refleksi diri dan pengembangan metakognisi sehingga murid mampu menyadari cara mereka belajar dan mengambil peran aktif dalam perbaikan belajarnya.
Bagi guru, hasil asesmen itu menjadi dasar penting untuk memperbaiki dan menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih responsif terhadap kebutuhan dan karakteristik murid.
TKA SEBAGAI ASESMEN DIAGNOSTIK
Secara konseptual, TKA dirancang untuk mengukur kompetensi akademik esensial, seperti literasi membaca, numerasi, dan penalaran berbasis mata pelajaran. Jika dimaknai secara tepat, hasil TKA tidak berhenti pada skor atau peringkat, tetapi menjadi data diagnostik untuk memahami kekuatan dan kelemahan murid.
Dalam kerangka assessment for learning, TKA berfungsi sebagai alat diagnosis awal untuk memetakan kemampuan akademik murid secara komprehensif.
Informasi yang dihasilkan dari TKA selanjutnya menjadi sumber data penting bagi penerapan pembelajaran diferensiatif sehingga guru dapat menyesuaikan strategi, metode, dan dukungan belajar sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing murid.
Selain itu, hasil TKA dimanfaatkan sebagai bahan refleksi pembelajaran bagi guru dan sekolah untuk menilai efektivitas proses belajar yang telah berlangsung.
Pada tingkat yang lebih luas, temuan TKA menjadi dasar perbaikan kurikulum operasional satuan pendidikan, agar perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran makin relevan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu belajar murid.
Dalam perspektif pemanfaatan, TKA dapat digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi serta kesenjangan kompetensi yang dialami murid dengan lebih akurat. Temuan tersebut menjadi landasan dalam menyusun intervensi pembelajaran berbasis data (data-driven instruction) sehingga keputusan pedagogis tidak bersifat intuitif, tetapi didukung oleh bukti empiris.
Selanjutnya, hasil TKA memungkinkan guru mengembangkan program pembelajaran remedial dan pengayaan yang tepat sasaran, sesuai dengan tingkat kebutuhan belajar murid.
Melalui proses itu, TKA juga berkontribusi pada peningkatan kualitas umpan balik akademik yang lebih spesifik, bermakna, dan berkelanjutan bagi murid sehingga mendorong perbaikan proses belajar secara nyata.
Pendekatan itu sejalan dengan pandangan OECD (2019) dalam rilisnya OECD Future of Education and Skills 2030: Learning Compass 2030 yang menekankan pentingnya asesmen sebagai bagian integral dari ekosistem pembelajaran abad ke-21.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: