Jangkau 60 Juta Penerima, Prabowo Sebut Keberhasilan Program MBG Mencapai 99,99 Persen
Prabowo memberikan sambutan saat peresmian SPPG Polri di Jakarta.-disway-
HARIAN DISWAY – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah mencapai 60,2 juta orang. Angka tersebut, kata dia, hampir setara dengan total populasi Afrika Selatan yang berada di kisaran 60,5 juta jiwa.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan sebanyak 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Jakarta. Acara berlagsung pada Jum'at, 13 Februari 2026.
Presiden menggambarkan skala program tersebut setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, bahkan sepuluh kali lipat populasi Singapura atau dua kali Malaysia setiap harinya.
Menurutnya, capaian itu bukan sekadar angka statistik. Pemerintah, kata Prabowo, kini telah mengoperasikan lebih dari 23 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di 38 provinsi.
BACA JUGA:Prabowo Subianto Tegas Bela MBG, Sebut Anggaran Lebih Bermanfaat daripada Rapat dan Seminar di Hotel
BACA JUGA:Prabowo: Profesor-Profesor Terkenal Sempat Jelekkan Program MBG
Ia juga membeberkan bahwa hingga saat ini program tersebut telah memproduksi 4,5 miliar porsi makanan. Dari jumlah itu, tercatat sekitar 28 ribu kasus keracunan atau insiden serupa. Prabowo menilai angka tersebut sangat kecil, hanya sekitar 0,006 persen dari total produksi.
“Artinya 99,99 persen berhasil. Kalau dibulatkan ya 100 persen berhasil,” ujarnya diiringi tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan.

Prabowo meninjau secara langsung dapur MBG sebelum menghadiri peresmian SPPG Polri-Sekretariat Presiden-
Prabowo tak menampik bahwa sejak awal, program ini menuai kritik. Ia mengaku sempat diragukan dan dihina, bahkan disebut bakal gagal. Namun ia menganggap kritik sebagai bagian dari dinamika kebijakan besar.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung bahwa aparat seperti Polri dan TNI kerap menjadi sasaran tudingan. Menurutnya, risiko itu bagian dari tugas negara.
BACA JUGA:THR Lebaran Pegawai Dapur MBG NonASN Masih Menggantung, Kepala BGN Tegaskan Ikuti Aturan
Prabowo bahkan menyebut pemerintah memahami adanya upaya-upaya yang ingin melemahkan program tersebut, termasuk dari pihak asing yang membiayai gerakan untuk menjelekkan bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: