Prabowo, Demokratisasi, dan Dialog Deliberatif: Ketika Dialog Tak Selalu Terlihat

Prabowo, Demokratisasi, dan Dialog Deliberatif: Ketika Dialog Tak Selalu Terlihat

ILUSTRASI Prabowo, Demokratisasi, dan Dialog Deliberatif: Ketika Dialog Tak Selalu Terlihat.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Pada akhirnya, gaya kepemimpinan Presiden Prabowo tidak bisa dibaca secara hitam-putih dari apa yang tampak di permukaan. Ketegasan di ruang publik merupakan bagian dari panggung depan yang dirancang untuk menjaga stabilitas, kepastian, dan wibawa negara. 

Sementara itu, dialog dengan akademisi, tokoh masyarakat, dan para ahli berlangsung di panggung belakang sebagai ruang negosiasi kebijakan. Dalam perspektif dramaturgi Goffman dan transformasi identitas Anselm Strauss, sikap itu bukan penolakan terhadap dialog, melainkan strategi kepemimpinan yang menyesuaikan peran, audiens, dan tuntutan zaman.

Kita tidak pernah tahu panggung belakang Presiden Prabowo karena hanya presiden dan aktor di dalamnya yang memahami secara pasti. Kita hanya bisa berharap agar Presiden Prabowo tetap dapat menyeimbangkan citra panggung depan dan di panggung belakangnya. 

Jangan lupa, juga menjaga stabilitas pemerintahannya dari berbagai pihak yang berusaha menggembosi. (*)

*) Ramadhan Pohan, pengajar komunikasi politik dan mantan politikus DPR RI. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: