Pasar Heritage Sidoarjo Siap Gelar Pasar Ramadan 2026, Diharapkan Bisa Bergeliat Kembali
Prosesi potong tumpeng sederhana dalam Grand Opening Pasar Buduran oleh Kepala Desa (Kades) Buduran M Arifin (batik merah) pada Senin, 16 Februari 2026.-Eko Setyawan-Harian Disway
Sejumlah barang dagangan nampak tertinggal di dalam gladak stan: berdebu, serta dipenuhi jaring laba-laba, seolah sengaja ditinggal pemiliknya.

Sejumlah produk milik pedagang yang terbengkalai di stan Pasar Heritage, Buduran, Senin, 16 Februari 2026.-Eko Setyawan-Harian Disway
Meski demikian, masih ada harapan. "Saya tetap berjualan di sini. Sekitar 9 pedagang lain juga masih jualan," kata Kasun, seorang pedagang Pasar Buduran, di sela mengikuti rangkaian Grand Opening Pasar Ramadan, Senin.
Acara itu hasil kolaborasi antara DPD IKAPPI Sidoarjo dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo.
Menurut Kasun, sejatinya aktivitas pasar berukuran 1000 meter persegi itu masih hidup di waktu tertentu. Ramainya, terjadi antara pukul 03.00 WIB hingga 13.00 WIB.
BACA JUGA:Pentol Kabul, dari Sepeda ke 97 Stan di jawa Timur (2-Habis): Ingin Sidoarjo Jadi Pusat Pentol Kabul
BACA JUGA:Target di Bawah 10 Persen, Sidoarjo Dukung Program DTSEN untuk Kesejahteraan Sosial Merata
"Masih banyak warga yang mencari kebutuhan pokoknya ke sini. Biasanya ramai sejak subuh. Pasar kembali sepi kalau sudah siang hari," ujarnya. Ia begitu rindu Pasar Buduran kembali eksis dan menggeliat seperti dulu.
Namun, kendala banjir masih membayangi. Meski Pemkab Sidoarjo menyiapkan pintu air, agar genangan cepat surut, dan drainase sudah diperbaiki.
Kepala Bidang (Kabid) Pasar Rakyat Disperindag Sidoarjo Setyo Handoko berharap, agar momentum Ramadan 2026 menjadi titik balik kebangkitan denyut perekonomian Pasar Buduran. Apalagi, phiaknya sudah menggandeng sejumlah pelaku seni dan UMKM Sidoarjo.
BACA JUGA:PWI Sidoarjo Peringati HPN 2026 dan HUT ke-80 secara Sederhana
BACA JUGA:Tanggulangin Fair 2026: Napas Baru Untuk Sentra Kulit Legendaris Sidoarjo
"Semoga cara ini menjadi magnet, baik pedagang maupun pembeli, kembali beraktifitas ke pasar. Pasar Buduran bisa ramai lagi," harapnya.
Pasar Ramadan 2026 kali ini, seolah dijadikan mesin pemantik harapan baru menggairahkan Pasar Buduran.
Juga, agar tak selalu hanya simbol arena transaksi antara pedagang lokal, UMKM, dan pembeli. Lebih dari itu, warisan heritage tak lagi hanya terpatri nama, tapi benar-benar hidup kembali. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: