Perang Timur Tengah Berlanjut: Iran dan Israel Lanjutkan Serangan di Hari Kamis

Perang Timur Tengah Berlanjut: Iran dan Israel Lanjutkan Serangan di Hari Kamis

Ledakan di Ibu Kota Iran, Teheran pada Rabu, 4 Maret 2026. Iran dan Israel masih terus berbalas serangan hingga hari keenam perang -Atta Kenare/AFP-

HARIAN DISWAY - Iran dan Israel melanjutkan langkah saling menyerang pada Kamis, 5 Maret 2026. 

Militer Israel menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan ke ibu kota Iran, Teheran, pada hari Kamis. "IDF (pasukan pertahanan Israel,Red) baru saja memulai gelombang serangan skala besar terhadap infrastruktur rezim teror Iran di seluruh Teheran," tulis pernyataan militer tersebut.

Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa beberapa ledakan terdengar di Teheran pada Kamis pagi. Laporan tersebut menyatakan bahwa angkatan bersenjata telah mengaktifkan pertahanan mereka sebagai respons.

Beberapa jam sebelumnya Iran juga dilaporkan meluncurkan gelombang rudal baru ke Israel. Hal ini disusul laporan peringatan bahaya di beberapa wilayah Israel termasuk Tel Aviv, menurut keterangan militer Israel dan media pemerintah Teheran.

BACA JUGA:Rusia Peringatkan AS dan Israel, Serangan ke Iran Bisa Jadi Bumerang Nuklir

BACA JUGA:Trump Plinplan, Tujuan Serangan ke Iran Tidak Jelas dan Inkonsisten

Jurnalis AFP di Yerusalem juga melaporkan sejumlah ledakan yang mengguncang kota suci tiga agama tersebut. Ledakan didahului sirine peringatan bahaya. Meski demikian, namun layanan darurat Israel mengatakan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. 

Keterlibatan Negara-Negara Nato 

Setelah Prancis, Inggris, dan Jerman mengumumkan akan melakukan langkah-langkah "defensif" terhadap "agresi Iran" yang menyasar sejumlah aset mereka di timur tengah, negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) juga satu persatu mengisyaratkan keterlibatan pada perang di Timur Tengah. 

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengatakan pada hari Kamis bahwa "aset militer" telah dikerahkan ke Timur Tengah sebagai rencana kontingensi.

"Saya berterima kasih kepada warga Australia yang berangkat ke situasi berbahaya demi membantu sesama warga Australia," kata Albanese kepada parlemen Australia. Pemimpin Australia tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jenis aset tersebut, namun media lokal SBS News melaporkan bahwa aset yang dimaksud adalah pesawat terbang.

BACA JUGA:Saudi Siap Ambil Semua Langkah Hadapi Eskalasi Perang AS–Israel vs Iran

Sehari sebelumnya, Turki juga dikabarkan menjadi sasaran serangan rudal. Hal ini terungkap setelah sistem pertahanan udara (sishanud) NATO di mediterania berhasil mencegat sebuah rudal balistik yang diarahkan ke wilayah selatan Turki. Puing-puing rudal tanpak jatuh di Provinsi Hatay, Turki bagian selatan. 

NATO pada hari Rabu mengecam "penargetan" Iran terhadap negara anggota Turki setelah Ankara menyatakan bahwa sebuah rudal yang menuju wilayah udaranya telah dihancurkan oleh sistem pertahanan aliansi.

"Kami mengecam penargetan Iran terhadap Turkiye. NATO berdiri teguh bersama semua sekutu, termasuk Turkiye, di saat Iran melanjutkan serangan sembarangan di seluruh kawasan," kata juru bicara NATO Allison Hart, dengan menggunakan nama resmi negara tersebut.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: