Warga Kanada Boleh Memilih Hari Kematiannya: Meninggal Tersenyum, Dikelilingi Keluarga
CLAIRE BROSSEAU, mantan komika Kanada yang ingin menjalani euthanasia karena menderita bipolar selama bertahun-tahun.-COLE BURSTON VIA AFP-
Selama berminggu-minggu, mantan pemilik galeri seni itu menghabiskan sebagian harinya untuk menelusuri masa lalu lewat album lama. Dia kerap tersenyum.
Namun di Kanada, semakin banyak keluarga memilih menjadikan hari terakhir orang tercinta sebagai momen perayaan dengan musik, nyanyian, pidato, dan hidangan prasmanan.
“Datanglah merayakan hidup saya,” tulis seorang pria dalam undangan yang ia kirimkan untuk hari terakhirnya di dunia.
Dengan undang-undang itu, penyedia jasa kematian pun makin beragam layanannya. Mereka bisa menggelar upacara di taman, di pondok tepi danau, atau di atas perahu. ’’Bisa juga pergi ke hotel atau menyewa Airbnb,” kata Mathieu Baker, pemilik rumah duka di Quebec.
Ia mengingat seorang perempuan yang meminta menonton film horor untuk terakhir kalinya sebelum wafat. Yang lain memilih menikmati beberapa gelas bir dan rokok terakhir. “Itu momen yang sangat indah. Sangat kuat,” katanya.
Ya, kematian memang tak terhindarkan. Dan warga Kanada memilih untuk tahu hari kematiannya agar bisa bersiap. Meninggalkan kenangan indah bagi orang-orang tercintanya… (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: