Minim CCTV, Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuhan Ermanto Usman

Minim CCTV, Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuhan Ermanto Usman

Polres Metro Bekasi Kota mengaku kesulitan mengungkap pembunuhan Ermanto Usman di Pondok Gede Bekasi karena minim CCTV dan saksi di sekitar lokasi kejadian.-disway.id-

HARIAN DISWAY - Polres Metro Bekasi Kota mengaku kesulitan mengungkap kasus pembunuhan Ermanto Usman yang terjadi di rumahnya di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 2 Maret 2026.

Mantan ketua aktivis serikat pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) itu dilaporkan tewas setelah kehilangan banyak darah ketika rumahnya diduga dirampok oleh sejumlah pelaku. Peristiwa tragis tersebut terjadi menjelang waktu sahur sekitar pukul 04.15 WIB.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan penyelidikan menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah minimnya kamera pengawas atau CCTV di sekitar rumah korban.

“Iya, di rumah korban tidak ada CCTV. Saksi juga sangat minim,” ujar Iqbal di Bekasi, Kamis, 5 Maret 2026.

BACA JUGA:Dugaan Poliandri Dipolisikan ke Polda Metro Jaya: Kisah Pilu Hidup Rafi

BACA JUGA:Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada Kepala BGN, Irwasum, dan Kapolda Metro Jaya

Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan penyidik dalam menelusuri pergerakan pelaku sebelum maupun setelah kejadian. Terlebih, peristiwa tersebut terjadi pada waktu dini hari ketika aktivitas warga masih sangat sepi.

Selain itu, polisi juga telah memeriksa kamera pengawas milik warga di sekitar lokasi kejadian. Namun hasilnya belum memberikan petunjuk yang signifikan terkait keberadaan pelaku.

Iqbal menjelaskan bahwa kamera pengawas milik tetangga tidak mengarah langsung ke lokasi kejadian. Sebagian besar CCTV hanya mengarah ke halaman rumah masing-masing sehingga tidak merekam aktivitas di sekitar rumah korban.

“Untuk di lingkungan sekitar juga tidak ada yang menangkap gambar terduga pelaku. Semua CCTV mengarah ke pekarangan masing-masing rumah,” paparnya.

BACA JUGA:Polda Metro Jaya Tolak Buka 709 Dokumen Bukti Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

BACA JUGA:Roy Suryo Cs Jalani Wajib Lapor Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi di Polda Metro Jaya

Meski demikian, pihak kepolisian tetap berupaya mengumpulkan berbagai petunjuk dari tempat kejadian perkara (TKP) maupun dari keterangan para saksi yang berada di sekitar lokasi.

Sementara itu, Kanit Jatanras Polres Metro Bekasi Kota AKP Imam Prakoso mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: