Surat Terbuka Ketua BEM UGM ke Prabowo Viral, Singgung Beratnya Jadi WNI

Surat Terbuka Ketua BEM UGM ke Prabowo Viral, Singgung Beratnya Jadi WNI

Melalui akun media sosialnya disampaikan surat terbuka Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto ke Buya Yahya.-tangkapan layar instagram@tiyoardianto-

HARIAN DISWAY - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto menggungah surat terbuka melalui media sosialnya.

Hal itu bermula setelah adanya pertemuan sejumlah ulama dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat yang berjudul Jadi Presiden itu Berat, ia menyinggung kondisi yang menurutnya membuat menjadi warga negara Indonesia terasa semakin berat.

Pada bagian awal suratnya, Tiyo terlebih dahulu menyampaikan permintaan maaf kepada sosok yang ia sebut sebagai "Buya" sebelum menyampaikan pandangannya.

BACA JUGA:Profil Omah Dongeng Marwah, PKBM di Kudus yang Mendidik Tiyo Ardianto

BACA JUGA:BEM UGM Tarik Diri dari BEM SI, Nilai Munas XVIII Cederai Independensi Gerakan Mahasiswa

Ia menegaskan bahwa dirinya memahami bahwa memimpin negara memang bukan hal yang mudah. Namun, ia juga menyoroti kenyataan yang dirasakan sebagian masyarakat.

Pada bagian awal suratnya, Tiyo terlebih dahulu menyampaikan permintaan maaf kepada sosok yang dia sebut sebagai "Buya" sebelum menyampaikan pandangannya.

Dalam tulisannya, Tiyo mengungkapkan bahwa jika menjadi presiden dianggap, maka menjadi warga negara yang harus menghadapi berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan kebijakan juga tidak kalah berat. 

BACA JUGA:Presiden Kumpulkan Tokoh Islam di Istana Bahas Board of Peace, Gus Yahya: Iuran Keanggotaan Memang Dibutuhkan

BACA JUGA:Islah NU: Pemulihan Gus Yahya sebagai Langkah Menuju Persatuan dan Perbaikan Tata Kelola

Sementara itu, seperti yang diketahui bahwa Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah ulama ke Istana Kepresidenan pada Kamis, 5 Maret lalu. 

Salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Yahya Zainul Ma'arif, ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah di Cirebon.

Usai pertemuan itu, Buya Yahya mengajak masyarakat untuk mendoakan Presiden agar diberi kekuatan dan kelapangan dalam menjalankan amanah memimpin bangsa.

"Menjadi presiden tidak mudah. Tugasnya berat, sehingga kita perlu banyak mendoakan pemimpin agar mereka mampu menjalankan tugas dengan baik," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: