Tukar Uang Baru untuk Lebaran? Simak Tips Aman Agar Terhindar dari Penipuan
Layanan kas keliling Bank Indonesia menjadi pilihan aman bagi masyarakat yang ingin menukar uang pecahan baru menjelang Lebaran--pexels
HARIAN DISWAY - Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi berbagi uang baru kepada keluarga, anak-anak, maupun kerabat masih menjadi kebiasaan.
Akibatnya, permintaan uang pecahan baru pun meningkat tajam setiap menjelang Lebaran. Namun, di tengah tingginya kebutuhan tersebut, masyarakat juga perlu berhati-hati karena potensi penipuan atau praktik penukaran uang tidak resmi sering muncul.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara aman menukar uang baru agar tidak mengalami kerugian.
Bank Indonesia bersama sejumlah bank nasional biasanya menyediakan layanan penukaran uang resmi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
BACA JUGA:Melihat Koleksi Uang Kuno Numismatik Ali Budiono: Seri Wayang Paling Mahal, Seri Bunga Paling Canggih
BACA JUGA:Strategi Kelola Uang agar Tidak Terjerat Pinjol dan Judol, Penting Identifikasi Sumber Penghasilan!
Berikut beberapa tips aman tukar uang baru menjelang Lebaran 2026:
1. Tukar di Tempat Resmi

UANG PECAHAN BARU biasanya paling banyak dicari menjelang Idulfitri. --pexels
Langkah paling aman adalah menukar uang baru melalui lembaga resmi seperti bank atau layanan kas keliling yang disediakan Bank Indonesia.
Biasanya layanan tersebut tersedia di berbagai lokasi strategis seperti alun-alun kota, pusat perbelanjaan, hingga kantor bank tertentu.
Dengan menukar uang di tempat resmi, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keaslian uang yang diterima.
BACA JUGA:Cara Tukar Uang Baru di Jatim: BI Siapkan Rp 24,6 Triliun untuk Ramadan & Lebaran 2026
BACA JUGA:Cara dan Jadwal Tukar Uang Baru Lebaran 2025 di Surabaya, Catat Tanggalnya, Jangan Sampai Terlewat!
2. Hindari Penukaran di Pinggir Jalan
Menjelang Lebaran, sering ditemukan jasa penukaran uang di pinggir jalan atau area keramaian. Meski terlihat praktis, cara ini memiliki risiko karena tidak semua penukar uang tersebut memiliki izin resmi.
Selain itu, biaya jasa yang dikenakan biasanya cukup tinggi. Dalam beberapa kasus, masyarakat juga berpotensi menerima uang yang tidak layak edar atau bahkan uang palsu.
3. Periksa Kondisi Uang
Setelah melakukan penukaran, pastikan untuk memeriksa kondisi uang yang diterima. Pastikan uang tidak robek, tidak lusuh berlebihan, dan masih layak digunakan.
Bank Indonesia sendiri memiliki standar kelayakan uang yang beredar di masyarakat agar tetap mudah digunakan dalam transaksi.
BACA JUGA:Kreasi Lampion, Cara Seru Ajak Anak Isi Waktu Luang Ramadan
4. Siapkan Uang Sesuai Ketentuan
Biasanya layanan penukaran uang di bank memiliki batas nominal tertentu untuk setiap orang. Oleh karena itu, siapkan uang yang akan ditukar sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar proses penukaran berjalan lancar.
Sebagian layanan penukaran bahkan sudah menggunakan sistem pendaftaran online agar antrean lebih tertib.
5. Waspadai Modus Penipuan Online
Selain penipuan langsung, masyarakat juga perlu mewaspadai modus penipuan melalui media sosial yang menawarkan jasa penukaran uang baru. Banyak oknum yang meminta transfer uang terlebih dahulu tetapi tidak pernah mengirimkan uang yang dijanjikan.
Karena itu, sebaiknya gunakan layanan resmi yang disediakan bank atau lembaga terpercaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: ojk