Harga Minyak Dunia Anjlok, Bursa Saham Menguat di Tengah Harapan Damai Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Anjlok, Bursa Saham Menguat di Tengah Harapan Damai Timur Tengah

Beberapa pekerja tambang terlihat mengamati gumpalan asap setelah serangan udara Iran menghantam instalasi minyak di wilayah Fujairah -Fadel Senna-CNBC

HARIAN DISWAY-Harga minyak dunia jatuh tajam sementara bursa saham global menguat pada Rabu, 25 Maret 2026. Itu setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan proposal perdamaian kepada Iran. Pasar terpicu memicu optimisme berakhirnya konflik di Timur Tengah.

Penurunan harga minyak terjadi setelah hampir empat pekan ketegangan antara Iran dan Israel yang sebelumnya mendorong lonjakan harga energi global. Sentimen pasar mulai berubah seiring indikasi bahwa konflik dapat mereda. Sehingga mengurangi tekanan inflasi yang selama ini membebani pasar keuangan.

Harga minyak mentah berjangka tercatat merosot lebih dari enam persen, dengan Brent kembali turun di bawah level USD 100 dolar per barel. Optimisme itu diperkuat pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut negosiasi tengah berlangsung dan peluang mengakhiri konflik terbuka.

BACA JUGA:Respons Klaim Akhir Perang Iran, Harga Saham Naik, Minyak Turun

BACA JUGA:Filipina Darurat Energi Akibat Perang Iran, Andalkan Batu Bara untuk Stabilkan Listrik

Sejalan dengan itu, pasar saham global mencatat penguatan. Bursa Eropa naik sekitar 1,5 persen pada perdagangan pertengahan hari. Sementara bursa Asia sebelumnya ditutup menguat, dipimpin oleh Tokyo yang melonjak hampir tiga persen.

Analis menilai, penurunan harga minyak memberikan ruang bagi penguatan saham, terutama setelah kekhawatiran inflasi akibat lonjakan energi sempat menekan pasar. Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi.

“Situasi masih sangat dinamis. Sulit memprediksi arah pasar dalam beberapa hari ke depan,” ujar analis ekuitas senior Hargreaves Lansdown, Matt Britzman.

Di sisi lain, tanda-tanda risiko eskalasi tetap terlihat. Penambahan pasukan AS di kawasan Timur Tengah serta pertukaran serangan rudal terbaru antara Iran dan Israel menunjukkan konflik belum sepenuhnya mereda.


Foto yang dirilis oleh situs web resmi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Sepah News, pada 17 Februari 2026 ini menunjukkan perahu-perahu yang bermanuver di sekitar kapal tanker selama latihan militer oleh anggota IRGC dan angkatan laut di Selat Hormuz.-Sepah News-AFP Forum

Langkah Iran yang menyatakan akan mengizinkan kapal minyak “non-musuh” melintasi Selat Hormuz turut membantu meredakan kekhawatiran pasar. Jalur tersebut merupakan salah satu rute energi paling vital di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melaluinya.

Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, menyatakan kesiapan untuk kembali melepas cadangan minyak strategis jika diperlukan guna menstabilkan pasar.

Harapan perdamaian menguat setelah laporan media AS menyebut Washington telah mengirim proposal berisi 15 poin melalui Pakistan. Proposal tersebut mencakup kemungkinan gencatan senjata selama satu bulan, pembahasan pengelolaan uranium Iran, serta pelonggaran sanksi ekonomi.

Namun, rincian tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: