Pembantaian Turis Belanda di Vila Amira, Kuta, Bali: DNA PelakuTertinggal

Pembantaian Turis Belanda di Vila Amira, Kuta, Bali: DNA PelakuTertinggal

ilustrasi Gusti--

Darah korban dan pelaku sama merahnya. Namun secara genetik berbeda. Pastinya, anggota Polri spesialis penyelidik pembunuhan sangat paham hal ini. 

Di pembunuhan Pouw, polisi selain mengambil sampel darah di TKP (di lantai teras vila nomor satu) juga membawa darah pada mata pisau yang tertinggal. Di situ ada DNA pelaku.

Masalahnya, uji DNA cuma bisa dilakukan setelah tersangka ditangkap. Lalu DNA tersangka dicocokkan dengan DNA di TKP. Jika klop (berkesesuaian) maka itulah penyidikan Scientific Crime Investigation (SCI) yang diterapkan Polri selama ini. Jika tidak klop, ya… tersangka harus dilepas. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: