Pembantaian Turis Belanda di Vila Amira, Kuta, Bali: DNA PelakuTertinggal
ilustrasi Gusti--
Pouw tertegun. Lalu ia memerintahkan Pujiani lari kembali ke vila mereka. Ia memerintahkan agar Pujiani masuk vila dan menguncinya.
Pada saat hampir bersamaan dengan perintah itu, kedua pelaku menghajar Pouw dengan tikaman pisau bertubi-tubi. Pouw tumbang berlumuran darah.
Pujiani lari. Dia sempat mendengar erang kesakitan Pouw. Dia tidak masuk ke vila nomor tiga, yang bagian depan lampunya menyala terang. Dia sembunyi di kegelapan vila nomor empat.
BACA JUGA:Cowok-Cewek Check In Hotel di Medan, Jadi Pembunuhan: Korban Terlalu Pasrah
BACA JUGA:Motif Pembunuhan Pensiunan JICT Diungkap Polisi: Kepergok, Kaget, Bunuh
Seorang pelaku berpisau mengejar Pujiani. Satunya menunggu di motor. Pelaku mendobrak masuk ke vila nomor tiga. Kosong. Pelaku balik lagi ke posisi semula di dekat tubuh Pouw yang terkapar di tanah. Sekali lagi pelaku menghujani beberapa tikaman ke tubuh Pouw. Dan, Pouw masih memekik kesakitan.
Kedua pelaku kabur bersama motor mereka. Warga telepon polisi, yang segera tiba mengolah TKP.
Pouw dilarikan ke RS BIMC Kuta. Dokter menyatakan, korban death on arrival, mati di tengah jalan. Waktu kematian diperkirakan pukul 23.39. Penyebab kematian kehabisan darah. Terlambat ditolong.
Ada tiga saksi mata. Pujiani dan dua orang penghuni vila sekitar TKP. Mereka sudah diwawancarai polisi. Dua saksi selain Pujiani mengaku, mereka tak berani menolong sebab dua pelaku membawa pisau dan bertindak sangat brutal.
Para saksi kepada polisi mengatakan, pelaku berjaket ojol mengenakan helm hitam dan masker biru. Jadi cuma kelihatan matanya. Pelaku berkaus oranye tidak pakai helm juga tanpa masker. Wajahnya terlihat jelas.
BACA JUGA:Minim CCTV, Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuhan Ermanto Usman
BACA JUGA:Pembunuhan Pasutri di Rumah Bagus di Bekasi: Polisi Lakukan Pulbaket
Kejadian itu terpantau beberapa CCTV di sekitar TKP. Kini dipelajari polisi.
Isu bahwa pelakunya pria bule, tentu yang dimaksud adalah pelaku berkaus oranye. Cuma ia yang wajah dan rambutnya tampak jelas. Menanggapi isu itu polisi tidak komentar. Sudah dua kali dua puluh empat jam polisi belum menangkap pelaku.
Barang-barang korban lengkap. Polisi di TKP menemukan mata pisau yang lepas dari gagangnya. Berlumuran darah. Itulah senjata pembunuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: