Waspada! Ini Gaya Hidup Anak Muda yang Bisa Bikin Usus Bengkak
Konsumsi makanan gluten-free membantu mengurangi rasa kembung, nyeri perut, dan gangguan pencernaan lainnya. --iStock
Terlihat remeh, tapi kebiasaan menunda buang air besar dengan alasan sibuk, malu, atau tidak nyaman dengan fasilitas umum, dapat mengganggu ritme alami usus.
Feses yang tertahan lebih lama di usus besar akan kehilangan lebih banyak air, menjadi keras, dan lebih sulit dikeluarkan.
BACA JUGA:4 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Memicu Skoliosis Tanpa Disadari
BACA JUGA:Coba 7 Kebiasaan Saat Bangun Tidur Ini
Kondisi ini tidak hanya memicu konstipasi, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi mekanis pada dinding usus dan penumpukan toksin. Dalam kasus ekstrem, kondisi itu meningkatkan risiko divertikulosis atau peradangan kronis.
Tips Menjaga Kesehatan Usus di Tengah Gaya Hidup Modern
Agar kesehatan usus tetap optimal meski sibuk, terapkan strategi berikut:
- Perbanyak serat prebiotik: Bawang putih, bawang bombay, pisang, dan oat mengandung serat yang menjadi "makanan" bagi bakteri baik usus.
- Cukupi hidrasi: Minum air putih 8–10 gelas per hari membantu melunakkan feses dan mendukung fungsi barrier usus.
- Gerak teratur: Olahraga ringan 150 menit per minggu terbukti meningkatkan keragaman mikrobiota usus.
- Kelola stres secara proaktif: Luangkan waktu 10–15 menit per hari untuk aktivitas menenangkan seperti meditasi atau mendengarkan musik.
- Hindari penggunaan antibiotik tanpa indikasi: Antibiotik dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus; gunakan hanya sesuai resep dokter.
- Pertimbangkan probiotik: Yoghurt, kefir, atau suplemen probiotik dapat membantu memulihkan keseimbangan bakteri usus setelah periode tidak sehat.
BACA JUGA:7 Jurus Ampuh Hilangkan Perut Buncit dalam Sekejap
BACA JUGA:5 Tips Ampuh Atasi Perut Tidak Nyaman setelah Lebaran 2026
Gaya hidup modern bukan musuh kesehatan usus, yang menjadi tantangan adalah ketidakseimbangan yang sering menyertainya.
Dengan kesadaran untuk memilih makanan bergizi, menjaga ritme tidur, bergerak cukup, dan mengelola stres, anak muda dapat menikmati kepraktisan era digital tanpa mengorbankan kesehatan pencernaan jangka panjang. (*)
*) Mahasiswa magang dari Program Studi Ilmu Hadits, UINSA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: emc healthcare