Waspada! Ini Gaya Hidup Anak Muda yang Bisa Bikin Usus Bengkak
Konsumsi makanan gluten-free membantu mengurangi rasa kembung, nyeri perut, dan gangguan pencernaan lainnya. --iStock
Aktivitas fisik yang minim seperti pekerjaan kantoran, belajar daring, atau duduk di depan layar, memperlambat motilitas usus. Itu adalah gerakan alami yang membantu makanan bergerak melalui saluran pencernaan.
BACA JUGA:Minum Air Hangat Setelah Bangun Tidur, Kebiasaan Sederhana dengan Manfaat Besar
BACA JUGA:6 Kebiasaan Sehari-hari Pemicu Varises dan Cara Efektif Mencegahnya Sejak Dini
Ketika pergerakan usus melambat, gas dan sisa pencernaan menumpuk. Yang kemudian terjadi adalah perut kembung, begah, dan dalam beberapa kasus, memicu iritasi dinding usus.
Aktivitas fisik ringan justru terbukti membantu merangsang pergerakan usus dan mengurangi marker inflamasi sistemik.
5. Stres Kronis yang Tidak Terkelola: Usus sebagai "Otak Kedua"

KELOLA STRES dengan baik agar tubuh tetap seimbang dan sistem imun tidak melemah di tengah cuaca yang tidak menentu.-freepik-
Usus sering dijuluki sebagai "otak kedua" karena memiliki jaringan saraf enterik yang kompleks dan memproduksi sekitar 90 persen serotonin tubuh. Yaitu, neurotransmitter yang mengatur suasana hati.
Komunikasi dua arah antara otak dan usus, yang dikenal sebagai gut-brain axis, membuat kesehatan mental dan pencernaan saling memengaruhi.
BACA JUGA:Cara Mencegah Stroke Sejak Dini: 7 Kebiasaan Harian yang Perlu Diterapkan
BACA JUGA:7 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan Gen Z agar Fisik dan Mental Lebih Sehat
Stres berkepanjangan dapat mengubah komposisi mikrobiota usus, meningkatkan permeabilitas dinding usus, dan memperburuk gejala gangguan pencernaan seperti IBS.
Sebaliknya, kondisi usus yang tidak sehat juga dapat memengaruhi mood dan respons terhadap stres.
6. Kebiasaan Menahan Buang Air Besar

MENAHAN buang air besar dapat membuat tinja semakin keras dan kering, sehingga memperparah sembelit. --iStockphoto
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: emc healthcare