Terjebak Scroll Berita Buruk? Kenali Bahaya Doomscrolling dan Cara Mengatasinya

Terjebak Scroll Berita Buruk? Kenali Bahaya Doomscrolling dan Cara Mengatasinya

Terjebak doomscrolling, kebiasaan membaca berita negatif tanpa henti dapat memicu stres dan kecemasan berlebih.--Freepik

HARIAN DISWAY - Fenomena doomscrolling semakin marak di era digital, terutama di tengah banjir informasi dari media sosial dan portal berita. 

Tanpa disadari, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca kabar negatif. Mulai dari konflik global hingga isu sosial yang memicu kecemasan.

doomscrolling sendiri merupakan kebiasaan mengonsumsi berita negatif secara terus-menerus melalui handphone, terutama di media sosial. 

Kebiasaan ini sering muncul karena dorongan ingin selalu update informasi, tapi justru berujung pada dampak psikologis yang serius.

BACA JUGA:Studi Ungkap Tidur Lebih Lama Saat Akhir Pekan Bantu Lindungi Kesehatan Mental Remaja

BACA JUGA:Gaya Hidup Slow Living Selama Ramadan, Fokus Ibadah dan Kesehatan Mental

Dampak Doomscrolling terhadap Kesehatan Mental


SCREEN TIME alias durasi menatap layar harus diatur dengan disiplin sebagai langkah efektif mengatasi doomscrolling.--Freepik

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa doomscrolling berkaitan erat dengan meningkatnya stres dan kecemasan.

Paparan informasi negatif secara berulang dapat membuat seseorang merasa dunia semakin tidak aman dan penuh ancaman.

Bahkan, studi ilmiah menemukan bahwa kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko depresi serta menurunkan kesejahteraan psikologis seseorang.

Tak hanya itu, doomscrolling juga bisa menyebabkan kelelahan mental, gangguan fokus, hingga perasaan putus asa akibat paparan berita buruk yang terus-menerus.

BACA JUGA:Ketahui 5 Manfaat Gaya Hidup Vegan untuk Kesehatan Mental

BACA JUGA:Rayhan Maditra Bagi Tip Jaga Kesehatan Mental dalam Talkshow Layanan SEHATI RS Jiwa Menur

Mengapa Doomscrolling Sulit Dihentikan?

Secara psikologis, manusia memiliki kecenderungan alami untuk lebih tertarik pada informasi negatif sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman. Hal ini membuat otak terus "mencari" berita buruk demi merasa lebih siap menghadapi risiko.

Ironisnya, semakin banyak informasi negatif yang dikonsumsi, semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dirasakan. Siklus inilah yang membuat doomscrolling sulit dihentikan.

Cara Efektif Mengatasi Doomscrolling

Agar tidak terjebak dalam kebiasaan ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Batasi Waktu Penggunaan Gadget

Tentukan waktu khusus untuk mengakses berita agar tidak berlebihan.

BACA JUGA:Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Padatnya Tugas Kuliah

BACA JUGA:Studi Ungkap Tidur Lebih Lama Saat Akhir Pekan Bantu Lindungi Kesehatan Mental Remaja

2. Kurasi Informasi yang Dikonsumsi

Pilih sumber berita yang kredibel dan hindari konten yang terlalu provokatif.

3. Sadari Kondisi Emosional

Jika mulai merasa cemas atau lelah, segera berhenti dan alihkan aktivitas.

4. Lakukan Digital Detox

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber