Tak Hanya Selat Hormuz, Ini 5 Jalur Minyak Paling Krusial Dunia, Ada Selat Malaka!

Tak Hanya Selat Hormuz, Ini 5 Jalur Minyak Paling Krusial Dunia, Ada Selat Malaka!

Ilustrasi peta dunia-Pixabay/ Yuri_B-Pixabay/ Yuri_B

HARIAN DISWAY - Di tengah konflik geopolitik, khususnya antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, perhatian terhadap jalur distribusi minyak global kembali meningkat karena dampaknya pada kestabilan pasokan energi dunia.

Gejolak harga minyak sempat terjadi saat akses Selat Hormuz ditutup, kondisi ini turut memengaruhi berbagai sektor industri secara luas.

Selama ini, sekitar 20 persen konsumsi minyak global memang bergantung pada Selat Hormuz. Tentu menjadikannya sebagai jalur distribusi utama di dunia, meski bukan satu-satunya yang berperan penting.

Mengacu pada data US Energy Information Administration, pasokan minyak global mencapai 104,4 juta barel per hari pada paruh pertama 2025, dengan sekitar 76 persen atau 79,8 juta barel per hari didistribusikan melalui jalur laut.

BACA JUGA:Indonesia Tolak Pungutan di Selat Hormuz, Tegaskan Prinsip Kebebasan Navigasi

BACA JUGA:Selat Hormuz Memanas Lagi, IRGC Tembaki Kapal Tanker yang Melintas

Jalur Distribusi Minyak Paling Vital

  1. Selat Malaka

Menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik, selat ini menjadi jalur tercepat bagi pasokan energi dari Timur Tengah menuju kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Pada semester pertama 2025, volume aliran minyak yang melintas diperkirakan mencapai 23,2 juta barel per hari, setara sekitar 29 persen dari total distribusi melalui jalur laut, menjadikannya salah satu titik sempit paling penting.

Mayoritas distribusi berupa minyak mentah, sedangkan sisanya terdiri dari produk hasil pengolahan. Ketika jalur ini mengalami gangguan, distribusi biasanya dialihkan ke Selat Sunda atau Selat Lombok, walau jarak tempuhnya menjadi lebih jauh.

BACA JUGA:Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Trump Merasa Diperas

BACA JUGA:Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Setelah Sempat Dibuka Beberapa Jam

  1. Selat Hormuz

Menghubungkan Teluk Persia ke Laut Arab, kawasan ini menjadi salah satu titik paling vital dalam arus perdagangan energi dunia.  Wilayahnya memungkinkan kapal tanker berukuran besar melintas dengan cukup leluasa.

Rata-rata aliran minyak yang melewati jalur ini pada paruh pertama 2025 tercatat sekitar 20,9 juta barel per hari.

Angka tersebut merepresentasikan kurang lebih 20 persen dari total konsumsi minyak global. Saat jalur ini terganggu, hanya sebagian kecil pasokan yang bisa dialihkan ke rute alternatif.

BACA JUGA:Harga Minyak RI Melesat Tembus USD102 per Barel Imbas Selat Hormuz Terganggu

BACA JUGA:Teheran Ancam Tutup Kembali Selat Hormuz Jika Blokade AS Tak Dihentikan

  1. Terusan Suez dan Pipa SUMED

Sebagai penghubung antara Teluk Persia dan Eropa, Terusan Suez bersama pipa SUMED memegang peran penting dalam jalur distribusi energi global.

Keduanya berada di Mesir dan menjadi jalur yang mengaitkan Laut Merah dengan Laut Mediterania. Sekitar 6 persen perdagangan minyak dunia melalui jalur laut melintasi rute ini.

Untuk penyaluran minyak mentah, pipa SUMED mampu mengalirkan hingga 2,5 juta barel per hari dari Laut Merah menuju Laut Mediterania.

BACA JUGA:Teheran Nyatakan Selat Hormuz Terbuka bagi Kapal Komersial, Larangan Kapal Militer Tetap Berlaku

BACA JUGA:PHM Selamatkan Tujuh Nelayan Terombang-ambing Dua Hari di Selat Makassar

  1. Selat Bab el-Mandeb

Menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, jalur ini menjadi rute penting bagi distribusi minyak dari Timur Tengah menuju Eropa dan Amerika Utara.

Sejak akhir 2023, kawasan ini sempat terganggu akibat serangan kelompok bersenjata.

Dampaknya, sejumlah kapal memilih jalur alternatif yang lebih panjang dengan memutar melalui Tanjung Harapan.

BACA JUGA:Angkatan Laut AS Umumkan Akan Blokade Selat Hormuz Hari Ini: Perintah Presiden!

BACA JUGA:AS Klaim Dua Kapal Perang “Terobos” Selat Hormuz, Iran Langsung Membantah

  1. Selat Denmark

Sebagai penghubung antara Laut Baltik dan Laut Utara, jalur ini berperan penting dalam ekspor minyak Rusia menuju pasar Eropa.

Pada semester pertama 2025, aliran minyak yang melintas diperkirakan mencapai 4,9 juta barel per hari, setara sekitar 6 persen dari total perdagangan minyak melalui laut.

Dibandingkan 2021, volume tersebut meningkat cukup tajam seiring perubahan pola perdagangan setelah konflik di Ukraina.

BACA JUGA:Kapal Tanker Kini Harus Bayar Bitcoin untuk Lewati Selat Hormuz

BACA JUGA:Krisis Selat Hormuz Berlanjut, Bahlil Beberkan Realita Stok LPG RI

Peran Strategis Jalur Energi Global

Stabilitas ekonomi dunia sangat bergantung pada jalur distribusi minyak yang berfungsi sebagai penghubung utama pasokan energi.

Gangguan pada salah satu jalur dapat langsung memicu kenaikan harga energi sekaligus mengacaukan rantai pasok global. Untuk menjaga ketahanan energi, keberagaman rute distribusi menjadi faktor kunci di tengah perubahan dinamika geopolitik. (*)

*) Abidah Hayu Anggonoraras, peserta magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: radartasik.disway.id