Baca Buku Pakai AI Kini Lebih Mudah dengan Audiobook, Tapi Ada Risikonya

Baca Buku Pakai AI Kini Lebih Mudah dengan Audiobook, Tapi Ada Risikonya

Trend audiobook kini menjadi salah satu cara praktis untuk Anda yang berada ditengah-tengah kesibukan. Memanfaatkan teknologi AI.--Pixelmastic-pinterest

HARIAN DISWAY - Tren audiobook berbasis AI mulai mengubah cara masyarakat Indonesia mengkonsumsi literasi karena menawarkan akses cepat dan praktis tanpa harus membaca teks. Perubahan ini terjadi karena teknologi suara AI mampu mengubah buku menjadi audio yang bisa didengar kapan saja.

Fenomena ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari perkembangan AI yang semakin masuk ke dunia literasi. Mulai dari menulis, merangkum, hingga mengubah buku menjadi audiobook.

Audiobook AI merujuk pada penggunaan kecerdasan buatan (AI), utamanya dengan alat Text To Speech (TTS) tingkat lanjut untuk membaca buku atau teks panjang lainnya. Kemajuan teknologi TTS kini memungkinkan AI untuk memahami teks dan meniru nada, intonasi, perubahan emosi, serta mencocokkan suara dengan nuansa teks yang sedang dibaca. Hal ini membuat suara AI terdengar lebih "manusiawi", tidak seperti suara khas robot sebelumnya. 

Teknologi suara AI membawa perubahan signifikan dalam cara orang membaca. Buku yang dulu harus dibaca berlembar-lembar, kini cukup didengar sambil berkendara, bekerja, atau bahkan sebelum tidur.


Dengan adanya trend audiobook, kini cukup lewat suara, praktis dan bisa didengarkan kapan dan dimana saja--Pinterest

BACA JUGA:Podcast dan Audiobook Jadi Cara Belajar Baru di Era Digital, Metode Audio Learning Makin Populer

BACA JUGA:Ngabubookread ala Surabaya Book Party: Silent Reading, Lalu Bahas Buku dalam Kelompok

Bahkan secara global, konsumsi audiobook terus naik karena fleksibilitasnya orang bisa belajar tanpa harus menatap layar. AI juga membuat produksi audiobook jauh lebih murah dan cepat.

Jika dulu butuh studio dan narator profesional dengan biaya mahal, sekarang buku bisa diubah menjadi audio hanya dalam hitungan jam.

Peluang Besar, Tapi Ada Risiko Literasi Instan

Audiobook berbasis AI membantu kelompok difabel, terutama tunanetra, untuk tetap menikmati buku tanpa hambatan. Selain itu, teknologi ini juga membuka peluang personalisasi orang bisa mendapatkan rekomendasi bacaan sesuai minatnya, sehingga lebih tertarik untuk mendengar buku.

Meski begitu, perubahan ini tidak sepenuhnya tanpa risiko. Kemudahan AI justru bisa menurunkan kedalaman membaca. Banyak orang mulai terbiasa dengan ringkasan atau versi audio singkat, sehingga kehilangan proses refleksi yang biasanya muncul saat membaca teks panjang.

BACA JUGA:5 Lagu Winter Aespa yang Wajib Masuk Playlist-mu, Ada OST Resident Playbook

BACA JUGA:Podcast dan Audiobook Jadi Cara Belajar Baru di Era Digital, Metode Audio Learning Makin Populer

Menariknya, tren global menunjukkan audiobook AI berkembang pesat, tapi belum sepenuhnya menggantikan narasi manusia. Banyak pendengar masih merasa suara manusia lebih hidup dibanding suara sintetis, terutama untuk cerita panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: