Kapal Pesiar MV Hondius Tertahan di Lepas Pantai Cape Verde Akibat Suspek Hantavirus
MV Hondius tertahan di lepas pantai Cape Verde, barat Afrika akibat sebaran Hantavirus. Semua penumpang diisolasi -vesselfinder.com-
PRAIA, HARIAN DISWAY - Para penumpang dan kru kapal pesiar MV Hondius terpaksa menjalani isolasi ketat di dalam kapal yang tertahan di lepas pantai Cape Verde pada Senin, 4 Mei 2026.
Langkah ini diambil setelah otoritas setempat menolak izin bersandar bagi kapal tersebut menyusul kematian tiga orang yang diduga akibat wabah hantavirus.
Penolakan dari negara kepulauan tersebut tetap diberlakukan meskipun perwakilan WHO Eropa menyatakan bahwa risiko penularan bagi masyarakat luas saat ini masih tergolong rendah.
Kapal MV Hondius sendiri mengangkut total 149 orang yang mencakup 23 kewarganegaraan, termasuk penumpang asal Inggris, Spanyol, dan Amerika Serikat, serta kru kapal yang di antaranya berasal dari Filipina.
Pihak operator kapal, Oceanwide Expeditions, dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa seluruh orang di dalam kapal kini berada di bawah tindakan pencegahan yang ketat. Prosedur tersebut meliputi kewajiban isolasi, penerapan protokol higiene yang ketat, serta pemantauan medis secara berkala.
BACA JUGA:Apa Itu Hantavirus? Wabah yang Merebak di Kapal Pesiar dan Menyebabkan 3 Orang Meninggal Dunia
BACA JUGA:WHO: Risiko Penyebaran Global Virus Nipah Tergolong Rendah Meski Ada Temuan Kasus Baru
Pihak perusahaan membenarkan adanya tiga kasus kematian dalam pelayaran kapal pesiar yang bergerak dari Ushuaia di Argentina menuju Tanjung Verde di lepas pantai Afrika Barat ini.
Selain itu, dilaporkan pula seorang penumpang asal Inggris kini tengah menjalani perawatan intensif di Johannesburg, sementara dua kru kapal—masing-masing berkewarganegaraan Inggris dan Belanda—membutuhkan penanganan medis segera.

Ilustrasi. Hantavirus merebak di sebuah kapal pesiar MV Houdini yang tengah berlayar di Cape Verde, di sebelah barat benua Afrika -AI Generated-
Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, memberikan keterangan mengenai situasi terkini di dalam kapal.
"Saat ini tidak ada orang lain yang menunjukkan gejala di atas kapal, namun situasi ini terus dipantau secara saksama. Para penumpang diminta untuk tetap tinggal di dalam kabin mereka dan membatasi risiko sementara tindakan disinfeksi serta langkah penanganan lainnya sedang dilakukan," ujar Maria Van Kerkhove melalui sebuah tayangan video.
BACA JUGA:WHO Rilis Laporan Terbaru Virus Nipah di India, Prof Tjandra Soroti Pentingnya Institut Virologi
Kondisi psikologis para penumpang di dalam kapal juga mulai terdampak oleh ketidakpastian situasi. Jake Rosmarin, salah satu penumpang yang aktif membagikan momen perjalanannya di Instagram sebelum krisis kesehatan ini terjadi, mengunggah video yang memperlihatkan dirinya tampak terguncang di dalam kabin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: