Memahami Perlawanan terhadap Imunisasi
ILUSTRASI Memahami Perlawanan terhadap Imunisasi.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Manfaat vaksin tentu bisa disajikan melalui begitu banyak data dari seluruh dunia sehingga menghadapi masalah tersebut sebenarnya tidak terlalu sulit. Itu mirip dengan mereka yang tidak memercayai vaksin dari segi saintifik.
Persoalan akan berbeda jika tidak percaya akan vaksin itu hanya berlandaskan ”keyakinan” tanpa bisa memberikan argumen lebih lanjut. Yang belakangan itu, di akhir kisah, akan lebih mirip dengan kelompok ketiga yang gigih mempertahankan pendapatnya.
Dalam konteks agama, terutama Islam dan Kristen serta Katolik, sudah banyak langkah yang dilakukan pemerintah maupun pihak yang berwenang dan berkompeten.
Meminta bantuan MUI, termasuk melalui fatwa, melakukan perbandingan dengan situasi imunisasi di negara Timur Tengah, menunjukkan berbagai keputusan dari beberapa negara Islam di dunia, mengajukan sertifikasi halal, serta memperbanyak penjelasan dan penerangan melalui tokoh agama, adalah contoh upaya yang selama ini giat dilaksanakan.
Di negeri kita memang sebagian besar upaya dalam hubungan dengan agama difokuskan kepada agama Islam lantaran jumlah penduduk yang sangat besar serta sedikitnya kelompok garis keras dari agama lain.
Sebenarnya, jika diurai lebih detail, alasan dari agama tersebut tidak seragam. Sebab itu, pendekatan pada setiap orang atau kelompok memerlukan usaha personal supaya lebih efektif.
Satu hal yang menjadi alasan kuat di satu daerah atau pada satu kelompok boleh jadi bukan masalah serius di daerah lain. Pemetaan setiap daerah dan kelompok menjadi satu hal yang harus dilakukan guna mencapai keberhasilan. (*)
*) Dominicus Husada, guru besar dalam ranting ilmu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dari FK, Unair/RSUD dr Soetomo, Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: