Panduan Waras Bertahan Hidup di Era Dolar Gila
Dolar Rp17.500! Simak strategi psikologis mental budgeting agar keuangan tetap waras saat rupiah sakit.-Nano Banana 2-Nano Banana 2
BACA JUGA:Surabaya 'Menagih' Nafkah Ayah: Perspektif Psikologi Sanksi Adminduk Pasca-Cerai
BACA JUGA:Membedah Sisi Psikologis Reyog Ponorogo: Ruang Pembentukan Identitas dan Mental Tangguh
Banyak orang stres karena terlalu lama memikirkan hal besar yang tidak bisa ia kendalikan, tetapi lupa membenahi hal kecil yang sebenarnya ada di tangannya.
Dolar boleh naik. Tetapi belanja impulsif jangan ikut naik.
Strategi ketiga adalah waspada pada loss aversion. Ini istilah psikologi ekonomi. Maksudnya, manusia lebih takut kehilangan daripada senang mendapatkan keuntungan.
Karena takut rugi, orang bisa bertindak terburu-buru. Saat dolar naik, muncul rasa takut: nanti harga makin mahal, nanti uang makin tidak bernilai, nanti semua terlambat.
Rasa takut itu wajar. Tetapi kalau tidak dikendalikan, ia bisa membuat kita mengambil keputusan buruk. Misalnya membeli barang sekarang bukan karena butuh, tetapi karena takut besok lebih mahal.
Menukar uang bukan karena ada kebutuhan, tetapi karena ikut arus. Menyebarkan berita negatif bukan karena paham, tetapi karena sedang cemas.
Padahal keputusan keuangan yang baik biasanya lahir dari kepala dingin, bukan dari jantung yang berdebar.
Strategi keempat adalah membuat mental budgeting. Biasanya orang hanya membuat anggaran uang. Padahal dalam situasi ekonomi yang goyah, kita juga perlu anggaran mental. Energi pikiran kita mau dipakai untuk apa?
Apakah habis untuk mengeluh? Habis untuk marah? Habis untuk membaca prediksi yang makin menakutkan? Atau dipakai untuk menyusun ulang prioritas?
BACA JUGA:Dampak Psikologis Paparan Berita Perang dan Cara Mengatasinya
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Psikolog Klinis-Duta Baca Jawa Timur Heraldha Savira: Neng Jin Qu Pi
Mental budgeting berarti kita sadar bahwa pikiran juga punya batas. Jangan setiap jam mengecek kurs. Jangan semua video ekonomi ditonton. Jangan semua rumor dipercaya. Informasi perlu. Tetapi kebanyakan informasi bisa berubah menjadi kecemasan.
Dalam kondisi seperti ini, keluarga perlu bicara lebih tenang. Suami-istri perlu menyusun ulang anggaran tanpa saling menyalahkan. Orang tua tidak perlu menakut-nakuti anak. Pelaku usaha tidak perlu langsung panik di depan karyawan. Ketenangan pemimpin, sekecil apa pun lingkupnya, sangat menentukan suasana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: