Pelaku Bisnis dan Akademisi Bahas Strategi Scaling Up Usaha di Talkshow Kadin Jatim

Pelaku Bisnis dan Akademisi Bahas Strategi Scaling Up Usaha di Talkshow Kadin Jatim

--

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menggelar talkshow bertajuk Strategic Brand Messaging to Maintain Market Credibility while Scaling Your Business to Global Standards, 21 Mei 2026.

Talkshow itu digelar dengan tujuan mendorong pelaku usaha dan UMKM memperkuat daya saing bisnis menuju pasar global.

Kegiatan tersebut menghadirkan Chairman of Ijad Group Holding Ali Irsyad, Lecturer of International Relation UPNVJT Megahnanda Alidyan Kresnawati, serta Reno Bahelwan Miazaki brand consultant Miazaki.id

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, jumlah UMKM di Jawa Timur mencapai sekitar 9,78 juta unit usaha.

BACA JUGA:Kadin Jatim Genjot TKDV di 38 Daerah untuk Jawab Mismatch Pendidikan dan Industri

BACA JUGA:Daya Saing Talenta RI Masih Tertinggal, Kadin Jatim Dorong Sertifikasi

Jumlah itu menyerap tenaga kerja mencapai 15,2 juta orang. Dan memiliki kontribusi sekitar 57,8 persen terhadap PDRB Jawa Timur.


Kepala KADIN Jatim bersama para Narasumber pada Talkshow Scaling up Business di Graha Kadin Jatim-Quinnie Nurahmah Insania-Harian Disway

Entrepreneur dan investor startup Ali Irsyad  menyebut bisnis besar selalu dimulai dari langkah kecil. Juga keberanian membaca peluang pasar.

“Semua bisnis yang saya bangun hari ini bermula dari usaha kecil saat saya masih SMA. Waktu itu, saya membantu warga desa menjual sapi dan kambing kurban. Karena harga dari tengkulak terlalu rendah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bisnis pertamanya berkembang setelah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Ketika itu, modal awalnya sekitar Rp250 ribu.

BACA JUGA:Bisnis Lebaran: Dari Kue Kering Hingga Busana Muslim, Mana Paling Untung?

BACA JUGA:Jastip: Tren Memanfaatkan Peluang Bisnis Digital Masa Kini

Modal tersebut digunakan untuk membuat brosur dan promosi sederhana. Upaya itu berhasil. Ali mampu memperoleh omset hingga ratusan juta rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: