Ada Apa dengan Cinta?: Adaptasi yang Mengubah Cara Kita Mencintai Puisi

Ada Apa dengan Cinta?: Adaptasi yang Mengubah Cara Kita Mencintai Puisi

Adegan Rangga dan Cinta dalam AADC.-@pertemananbaperaadc-Instagram

Sedangkan semesta AADC melunturkan semua itu. Pelan. Tapi pasti. Mulai dari 2002, 2016, dan 2025. Terlihat bahwa film tidak sekadar megadaptasi.

Melainkan mengarahkan dan membentuk selera. Dia bahkan menciptakan kebutuhan untuk kembali membaca puisi.

BACA JUGA:5 Puisi Karya Joko Pinurbo yang Penuh Makna

BACA JUGA:Teater Gapus Ramaikan Malam Sastra Festival Seni Balai Pemuda dengan Puisi F Aziz Manna dan Indra Tjahjadi

Pertanyaannya sekarang bukan lagi bagaimana puisi diadaptasi ke film. Tetapi seberapa jauh film mengadaptasi cara kita merasakan puisi.

Dan mungkin, itu bagian yang paling tidak nyaman. Kita tidak sedang membaca puisi. Kita sedang membaca ulang apa yang sudah diajarkan lebih dulu oleh kamera kepada kita.

Atau lebih tepatnya, kita tidak sedang jatuh cinta pada puisi. Kita jatuh cinta pada cara film membuat kita seolah-olah mencintai puisi. 


Whida Rositama--

*) mahasiswa S3 Ilmu Humaniora Unair, dosen Sastra Inggris UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pegiat seni sinematografi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: