Kasus Narkotika, Ketua DPRD Gresik Minta Perketat Pergudangan, Bangun Ekosistem Pengawasan Bersama

Kasus Narkotika, Ketua DPRD Gresik Minta Perketat Pergudangan, Bangun Ekosistem Pengawasan Bersama

TUMPUKAN BARANG BUKTI narkotika di Gresik, 2 Juli 2026.-Dok Memorandum-

Selain pengawasan fisik di kawasan pergudangan, Syahrul juga menekankan pentingnya penguatan deteksi dini melalui komunikasi antarlembaga. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pengelola kawasan industri, serta masyarakat perlu terus ditingkatkan agar informasi mengenai aktivitas mencurigakan dapat segera ditindaklanjuti.

BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Wisata Religi, Berkembang Tanpa Kehilangan Nilai Spiritual

BACA JUGA:DPRD Gresik Gagas Sinergi Wujudkan Destinasi Wisata Nasional

"Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah pencegahan dapat dilakukan. Karena itu, budaya saling berkoordinasi harus terus dibangun di semua level," tuturnya.

Di sisi lain, Syahrul mengingatkan bahwa pemberantasan narkotika tidak berhenti pada pengungkapan jaringan peredaran. Upaya pencegahan tetap menjadi bagian penting agar permintaan terhadap narkotika dapat ditekan, terutama di kalangan generasi muda.

Ia mendorong seluruh elemen masyarakat memperluas ruang-ruang kegiatan positif bagi anak muda sebagai benteng sosial terhadap penyalahgunaan narkotika.

"Anak-anak muda harus memiliki banyak ruang untuk berkarya, berorganisasi, berolahraga, berkesenian, maupun mengikuti kegiatan keagamaan. Lingkungan yang aktif dan produktif akan memperkuat daya tahan mereka terhadap pengaruh narkotika," katanya.

BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Pelaku Usaha Kantongi Sertifikat Halal

BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Optimalisasi PAD dan Pemanfaatan Silpa, Fokus Pada Program-Program Prioritas

Menurut Syahrul, keluarga juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam membangun kesadaran mengenai bahaya narkotika. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu fondasi utama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Ia berharap pengungkapan kasus besar tersebut tidak hanya dipandang sebagai keberhasilan aparat dalam menangkap pelaku, tetapi juga menjadi momentum evaluasi bersama terhadap sistem pengawasan di kawasan strategis.

"Yang terpenting setelah ini adalah memperkuat kolaborasi. Aparat, pemerintah, pengelola pergudangan, pelaku usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama. Jika pengawasan dilakukan secara kolektif, ruang bagi jaringan kejahatan untuk beroperasi akan semakin sempit," ucapnya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: