Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026, Tiongkok Menanti Sang Jawara

Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026, Tiongkok Menanti Sang Jawara

TIM KONTRA dari SMA Nurul Jadid menyusun strategi dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2025 dengan moderator Andre So, koordinator ITC Centre Surabaya.-Moch. Sahirol Layeli-Harian Disway-

Founder Harian Disway Dahlan Iskan pun menyambut positif gelaran tersebut. Ia antusias dengan gelaran kedua tersebut.

"Tahun lalu kegiatan ini begitu sukses dan sampai viral. Tahun ini, saya dengar pesertanya semakin beragam. Bahkan dari berbagai kota. Baik yang ikut kompetisi debat maupun pidato," terang Dahlan. 

Dahlan memberikan pesan kepada peserta. Khususnya untuk para santri. "Acara ini menunjukkan bahwa para santri sudah semakin banyak yang bisa berbahasa Mandarin. Tentu baik untuk masa depan mereka," ungkapnya.


Penampilan SMKU Bina Insan Mulia DAN SMA Nurul Jadid bersama Founder Harian Disway Dahlan Iskan dalam lomba debat di Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2025. - Naufal Adibi - Harian Disway

BACA JUGA:Antusiasme Tim Umar dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2025: Tahun Depan Bakal Ikut Lagi

BACA JUGA:Jadi Juara 3, Tim SMA Nurul Jadid 2 Putra Sempat Pesimistis Hadapi Tim Satu Sekolah di Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2025

Direktur Utama Harian Disway Tomy Cahyo Gutomo mengungkapkan tujuan ajang kedua itu. Ia mengatakan, “Kompetisi tersebut juga digelar dalam rangka memperingati 76 tahun hubungan persahabatan Indonesia-Tiongkok. Sekaligus menyambut momentum Hari Santri.” 

Penggunaan bahasa Mandarin dalam kompetisi tak semata terkait kemampuan berbahasa. Peserta juga ditantang untuk mampu memahami isu, menyusun gagasan, dan menyampaikannya secara argumentatif. “Tema besar tahun ini adalah Persahabatan Indonesia-Tiongkok dan Perdamaian Dunia,” ucap Tomy.

Khusus kategori debat, peserta akan beradu kemampuan dalam membahas berbagai topik. Semuanya menggunakan bahasa Mandarin.

Kompetisi tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi bagi peserta. Terlebih mereka berasal dari latar belakang pendidikan dan komunitas yang berbeda. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah santri. 

BACA JUGA:Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2025, Al-Majidiyah Raih Juara 1 Lomba Debat Tingkat SMA

BACA JUGA:Surabaya sebagai Kota Salad Bowl, Dewi Meyrasyawati Bahas Keberagaman Budaya di Talkshow Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2025

Secara khusus, Tomy mengajak para santri untuk ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. "Ini kesempatan untuk menunjukkan bahwa santri juga memiliki kemampuan bahasa asing. Termasuk bahasa Mandarin. Sekaligus kemampuan berargumentasi,” sambung pria asal Ngawi itu.

Daya tarik lain dalam kompetisi tahun ini adalah hadiah bagi pemenang kategori debat. Peserta terbaik akan mendapatkan kesempatan diberangkatkan ke Tiongkok. Kesempatan itu pun diharapkan bisa membuka pengalaman peserta untuk bisa ke luar negeri. 

Selain berkompetisi, pemenang dapat mengenal langsung budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat di Tiongkok. Tomy juga berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari bahasa Mandarin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway