Musim Mangga di Kabupaten Pasuruan, Varietas Putar dan Garifta Merah Melimpah Ruah

Musim Mangga di Kabupaten Pasuruan, Varietas Putar dan Garifta Merah Melimpah Ruah

Salah satu varietas mangga khas Kabupaten Pasuruan adalah mangga putar atau gadung klonal 21-Istimewa -

PASURUAN, HARIAN DISWAY - Musim mangga tiba. Ini menjadi berita gembira bagi petani mangga di Kabupaten Pasuruan. Anda sudah tahu, sejak lama Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai penghasil mangga berkualitas bagus.

Kabupaten Pasuruan memiliki dua varietas mangga yang tersohor. Yang pertama adalah mangga putar atau mangga alpukat atau dikenal juga sebagai mangga klonal 21.

Kini, menyusul varietas mangga baru dengan warna kulit bukan lagi hijau. Melainkan kulitnya berwarna kuning, merah, dan oranye. Itu varietas baru mangga Garifta dan mangga Agri Gardina atau disebut mangga pisang. 

Saat ini para petani mangga putar atau mangga alpukat Pasuruan di Kecamatan Sukorejo maupun di Kecamatan Rembang, sedang menikmati hasil panen. Sejak awal September, pohon-pohon mangga berbuah lebat.

BACA JUGA:Harian Disway di China International Press Communication Center (CIPCC) (83): Wajah Babi sampai Big Data Mangga

BACA JUGA:Harian Disway di China International Press Communication Center (CIPCC) (63): Panzhihua, Antara Baja dan Mangga

Sugiono, petani mangga di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, menceritakan bahwa musim kemarau dengan cuaca yang cukup terik sangat mendukung perkembangan buah mangga.

Hasilnya, dari 300 pohon mangga yang ia tanam di kebun seluas 3,5 hektar, rata-rata sehari bisa dipanen sampai 5 kuintal buah mangga.

Soal Pasar, Sugiono tak perlu khawatir. Sebab jumlah langganan yang selalu memesan mangga miliknya tak hanya dari Pasuruan saja, melainkan hampir semua pasar di Jawa Timur. Bahkan, sampai DKI Jakarta dan Kalimantan.

"Kalau yang di Jatim kebanyakan mulai dari Malang, Surabaya, Sidoarjo, Jember, Madiun, Banyuwangi. Kalau di luar jatim ya ke Cirebon, Banten, Jakarta, Bogor sampai Kalimantan," terangnya kepada Harian Disway. 

BACA JUGA:Mangga Alpukat Botolingo, Sukses Petani Bondowoso Berkat BRI

BACA JUGA:Setelah Mangga Alpukat, Kini Pasuruan Punya Mangga Pisang

Panen raya mangga juga terjadi di wilayah timur Kabupaten Pasuruan yang biasanya didominasi peternakan, perikanan, dan pertanian. Terutama, setelah inovasi dikembangkan oleh petani asal Dusun Krajan 1, Desa Cukur Gondang, Kecamatan Grati.

Petani bernama Agus Sodikin itu menanami lahannya yang seluas 2 hektare dengan mangga. Sebelumnya, lahan itu ditanami tebu atau jagung. Pada 2018, mangga varietas Garifta dan Agri Gardina ditanam di sela tanaman tebunya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: