Prospek di Dunia Kerja bagi Lulusan S-2 dan S-3

Kamis 01-02-2024,09:03 WIB
Oleh: Suryanto dan Bagong Suyanto

AULA Garuda Mukti, Rabu, 31 Januari 2024, tampak penuh sesak dihadiri para mahasiswa baru program studi magister, doktoral, profesi, dan spesialis. Lebih dari 300 mahasiswa baru hadir langsung di Aula Garuda Mukti dan 659 hadir melalui Zoom. 

Para mahasiswa S-2 dan S-3 secara resmi dikukuhkan Rektor Universitas Airlangga Prof Muhammad Nasih menjadi bagian dari civitas academica Universitas Airlangga. 

Dibandingkan dengan jumlah mahasiswa S-1, mahasiswa program studi S-2 dan S-3 memang relatif sedikit. Harus diakui, tidak banyak lulusan S-1 yang beruntung bisa melanjutkan ke jenjang magister dan doktoral. 

BACA JUGA: Perlunya Komunikasi Dunia Kerja dengan Konsep Pendidikan

Para lulusan yang bisa melanjutkan ke jenjang S-2 dan S-3 biasanya adalah mereka yang mendapatkan beasiswa atau mahasiswa yang berasal dari keluarga yang secara ekonomi mampu. 

Belajar di jenjang S-2 dan S-3, harus diakui, membutuhkan dukungan dana yang cukup tinggi. Setiap semester biaya yang harus dibayar Rp 15–20 juta. 

Orang-orang yang berasal dari keluarga yang kurang mampu tentu berat jika harus mengeluarkan uang yang begitu banyak. Belum termasuk biaya hidup sehari-hari.

BACA JUGA: WOW! Unair Borong 10 Penghargaan Anugerah Diktiristek 2023

Dalam beberapa tahun terakhir, animo lulusan S-1 untuk melanjutkan ke jenjang S-2 dan S-3 harus diakui meningkat pesat. 

Lebih dari sekadar hanya bergelar sarjana, di era perkembangan masyarakat yang makin kompetitif, tuntutan agar para pencari kerja memiliki latar belakang pendidikan S-2 dan S-3 cenderung makin meningkat. 

Hampir semua fakultas di lingkungan Universitas Airlangga menyelenggarakan perkuliahan jenjang S-2 dan S-3 –termasuk sekolah pasca yang mengelola program S-2 dan S-3 yang multidisiplin.

BACA JUGA: Pusat Halal Unair Bantu 4.563 UMKM Sertifikasi Produk

ANIMO MENINGKAT

Berbeda dengan era dua-tiga dekade lalu, keyika lulusan S-1 sudah bisa dijadikan modal untuk melamar berbagai lowongan kerja, untuk saat ini hanya lulusan S-1 tampaknya tidak lagi cukup. 

Hanya bergelar sarjana kini tidak lagi memadai untuk tiket mencari pekerjaan sebagai tempat bergantung hidup. Pengalaman telah banyak mengajarkan bahwa era sekarang memang makin kompetitif. 

Kategori :