Inilah Berbagai Prestasi dan Peran Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo Semasa Hidup

Rabu 24-04-2024,14:18 WIB
Reporter : Santi Wulida Sahri
Editor : Heti Palestina Yunani

HARIAN DISWAY - Kabar duka dari pengusaha ternama Indonesia, Dr. Hj. BRA. Mooryati Soedibyo selaku pendiri brand Mustika Ratu yang tutup usia pada Rabu, 24 April 2024. Peran Mooryati Soedibyo tak penah lepas dari dunia kecantikan bahkan segala hal yang bersangkutan dengan perempuan.

Tumbuh dan besar dalam lingkungan keraton, sejak usia tiga tahun Mooryati Soedibyo telah mempelajari berbagai ilmu yang diwariskan oleh keluarganya seperti ilmu seni tari, karawitan, meracik jamu, hingga berbagai hal tentang kosmetik dan kecantikan. 

Berkat ilmu yang dimiliki tersebut, Mooryati mampu membaca peluang dengan mengembangkan usaha jamu ala resep Keraton Surakarta di tahun 1973, yang berawal hanya didistribusikan kepada teman-temannya.

BACA JUGA: Mooryati Soedibyo Meninggal, Tantowi Yahya Kenang Masa-Masa di Puteri Indonesia

Setelah sukses dengan kiprahnya di industri jamu, Mooryati terus mengembangkan ilmu kecantikan yang dimilikinya dengan mendirikan Mustika Ratu di tahun 1975 dan masih terus berkembang hingga saat ini. 

Mustika Ratu memiliki beberapa produk terkenalnya seperti minyak zaitun, minyak cendana, lulur kocok, hingga olahan bahan dasar alami lainnya. 

Perkembangan Mustika Ratu telah memberikan kontribusi yang besar dalam memajukan industri spa di Indonesia dengan mengembangkan perawatan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

BACA JUGA: Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo Tutup Usia, Ini Profil dan Perjalanannya di Dunia Bisnis


Dedikasi Mooryati Soedibyo dalam kegiatan pageant turut menjadi motivasi dalam upaya pemberdayaan perempuan--instagram indopageants

Tak hanya dikenal sebagai pionir dalam industri kecantikan, namun peran Mustika Ratu juga diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan sosial yang dibuatnya. Sejak kecil, Mooryati yang juga dibesarkan oleh sang nenek, B.R.A. Trenggono Rukmi turut mempelajari seluk beluk kehidupan puteri-puteri keraton. 

Sehingga di tahun 1990, Mooryati berkesempatan menyaksikan kontes Miss Universe yang diselenggarakan di Bangkok dan pada akhirnya memotivasi dirinya untuk membuat ajang pemberdayaan perempuan yang serupa di Indonesia. 

Impian Mooryati dalam mewadahi kegiatan sosial tersebut terwujudlah pada tahun 1992 sekaligus awal mula didirikannya Yayasan Puteri Indonesia (YPI), setelah adanya larangan penyelenggaraan kontes kecantikan dari pemerintah.

BACA JUGA: Meninggal di Usia 32 Tahun, Ini Profil Influencer Stevie Agnecya

Ajang kontes kecantikan tersebut dimulai pada tahun 1992 yang dimenangkan oleh Indira Sudiro, Venna Melinda (1994), Susanty Manuhutu (1995), dan Alya Rohali (1996). 

Setelah penyelenggaraannya selama 3 tahun berturut-turut, sayangnya ajang Puteri Indonesia kembali dihentikan pada tahun 1997-1998, lantaran adanya masa peralihan Orde Baru ke Reformasi. Hingga pada akhirnya kembali diadakan pada tahun 2000 dan yang terakhir di tahun 2024. 

Kategori :