“Hasil konsolidasi inventarisasi menunjukkan ada lebih dari 45 ribu sumur rakyat yang siap dikelola secara legal dan produktif,” ungkap Bahlil.
Ia menyebutkan, dari pengelolaan sumur rakyat tersebut, pemerintah memperkirakan tambahan produksi sekitar 10 ribu barel minyak per hari yang dapat memperkuat ketahanan energi nasional.
BACA JUGA:Viral Video Bahlil Singgung soal Negara Maju Babat Hutan, Tuai Hujan Kritik dari Netizen
BACA JUGA:Bahlil Sebut 18 Proyek Hilirisasi Rp600 Triliun Siap Jalan Tahun Depan: Arahan Presiden!
Selain meningkatkan produksi, kebijakan ini juga diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 225 ribu lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Bahlil menilai, langkah tersebut akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat, terutama di wilayah penghasil migas.
Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan di sektor energi dan sumber daya mineral merupakan wujud nyata implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
“Jangan berpikir seolah-olah minyak itu hanya untuk asing, konglomerat, atau pengusaha tertentu saja. Tidak boleh. Sudah saatnya manfaat sumber daya alam benar-benar dirasakan oleh rakyat,” pungkas Bahlil. (*)