Satu Menit sebelum Iran Berdarah

Jumat 16-01-2026,23:53 WIB
Reporter : Efatha Filomeno Borromeu Duarte*
Editor : Yusuf Ridho

JEJAK KRIPTO DAN VIRUS KARAT

Bicara soal uang, bagaimana cara AS dan Israel membayar ribuan perusuh itu tanpa terdeteksi bank sentral Iran?

Jawabannya: cryptocurrency.

Badan keamanan Iran mendeteksi anomali transaksi keuangan yang masif. Bukan lewat bank. Melainkan, lewat blockchain. Uang mengalir dalam bentuk USDT atau tether. Menggunakan jaringan TRC-20 yang biayanya murah dan transaksinya kilat.

Polanya terbaca jelas. Dana besar masuk dari dompet digital di Eropa. Mampir sebentar di ”penatu uang” digital di Dubai. Lalu, cair di Teheran lewat pedagang aset kripto ilegal. Para koordinator lapangan tidak dibayar pakai uang koper yang berat. Mereka dibayar pakai kode digital.

Kasus eksekusi mati Ali Ardestani di Iran membuktikan itu. Ia dituduh jadi mata-mata Mossad. Motifnya? Uang kripto dan janji visa Inggris. Ia menjual video lokasi-lokasi sensitif demi aset digital.

Tapi, Iran tidak diam saja. Mereka menyerang balik.

Kelompok peretas elite bernama MuddyWater, yang terafiliasi dengan Kementerian Intelijen Iran, meluncurkan senjata siber baru (virus). Namanya unik: RustyWater alias Air Berkarat.

Beberapa ahli IT menyebut virus itu ganas. Ia ditulis dengan bahasa pemrograman Rust yang sulit dideteksi antivirus. Targetnya spesifik: diplomat, pegawai bank, dan perusahaan telekomunikasi di Timur Tengah yang pro-Barat. Virus itu menyusup lewat e-mail phising yang menyamar sebagai panduan keamanan siber. Ironis. Panduan keamanan yang justru membawa petaka.

Ini adalah perang total. Di darat ada demonstran. Di udara ada pesawat kargo Tiongkok. Di kabel internet ada virus dan uang kripto.

TEMBOK GORGAN YANG MENJERIT 4K

Rezim Teheran sadar. Mereka sedang dikeroyok dari segala penjuru. Reaksinya khas orang terdesak. Panik. Gelap mata. Langsung main hantam kromo tanpa ampun.

Mereka terpaksa membangun ”Tembok Gorgan Besar” digital.

Sumber tertutup melaporkan bahwa Iran sudah tujuh hari gelap gulita. Internet global diputus total. Kabel serat optik ke luar negeri dimatikan. Sebagai gantinya, mereka mengaktifkan ”national information network”. Intranet lokal.

Rakyat Iran dikurung dalam tempurung digital. Gelap gulita. Mereka hanya bisa berkirim pesan ke tetangga, tapi dunia luar mati total. Google nol. Twitter nol. Instagram lenyap. Tujuannya cuma satu. Menyumbat kebocoran. Agar video darah yang tumpah di aspal tidak rembes ke luar. Agar dunia dibuat buta dan tuli total.

Namun, AS punya kunci duplikat untuk menembus tembok itu.

Kategori :