Kelas Menengah, Kemiskinan, dan Orientasi Kebijakan Ekonomi

Senin 26-01-2026,11:03 WIB
Oleh: Sukarijanto*

Bank Dunia menekankan peran ”aspiring middle class” dalam mendongkrak permintaan akan layanan pendidikan dan kesehatan. 

Ketiga, besarnya komposisi kelas menengah akan memperluas basis pajak (konsumsi dan penghasilan), dan memungkinkan pemerintah membiayai layanan publik yang memperkuat produktivitas. 

Namun, bila kelas menengah menyusut atau bergeser ke informalitas, penerimaan pajak dapat melemah, fenomena yang tecermin dari kekhawatiran pemerintah terhadap penurunan pengeluaran konsumen. 

Keempat, kelas menengah dianggap sebagai effect multiplicator terhadap investasi domestik. Permintaan kelas menengah mendorong investor untuk memasok produk dan layanan baru. Akan tetapi, bila permintaan melemah, investasi menjadi lebih prudent

Akibatnya, lapangan kerja formal tidak tumbuh cukup untuk menopang kenaikan kelas menengah. Beberapa analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan formal relatif stagnan daripada kebutuhan untuk memperluas kelas menengah. (*) 

*) Pemerhati kebijakan publik dan peneliti di Institute of Global Research for Economics, Entrepreneurship, and Leadership.

 

 

 

Kategori :