Iran Marah AS Tenggelamkan Kapal Fregat IRIS Dena: Anda Akan Menyesal!

Kamis 05-03-2026,15:07 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

TEHERAN, HARIAN DISWAY – Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuduh Amerika Serikat telah melakukan kekejaman setelah sebuah kapal selam AS melepaskan torpedo dan menenggelamkan kapal perang Angkatan Laut Iran IRIS Dena di lepas pantai Sri Lanka.

Araghchi memperingatkan bahwa Washington akan "sangat menyesal" atas preseden yang telah dibuatnya.

"AS telah melakukan kekejaman di laut, 2.000 mil jauhnya dari pesisir Iran. Fregat Dena, tamu Angkatan Laut India yang membawa hampir 130 pelaut, dihantam di perairan internasional tanpa peringatan," tulis Araghchi dalam unggahannya di media sosial X pada Kamis, 5 Maret 2026

Ia menambahkan, "Catat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah ditetapkannya ini," ancamnya. 

Detik-detik Penenggelaman IRIS Dena

Pada Rabu, 4 Maret 2026, Departemen Perang AS merilis rekaman periskop kapal selam yang menunjukkan momen sebuah torpedo Mk 48 menghantam bagian bawah buritan IRIS Dena. Ledakan tersebut mengangkat kapal dari permukaan air sebelum akhirnya tenggelam.

BACA JUGA:Perang Timur Tengah Berlanjut: Iran dan Israel Lanjutkan Serangan di Hari Kamis

Insiden ini terjadi saat kapal Iran tersebut dalam perjalanan pulang setelah mengikuti tinjauan armada internasional dan latihan MILAN yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut India di Teluk Benggala hingga 25 Februari. Menurut Angkatan Laut Sri Lanka, kapal tersebut tenggelam di posisi 20 mil laut di sebelah selatan Galle, Sri Lanka.

Upaya Penyelamatan dan Korban Jiwa

Angkatan Laut Sri Lanka menjadi pihak pertama yang merespons panggilan darurat, meskipun mereka tidak menemukan kapal di lokasi saat tiba. Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menyatakan insiden terjadi di luar perairan teritorial mereka. Petugas menemukan jejak tumpahan minyak bersama dengan sejumlah penyintas dan jenazah.

BACA JUGA:Trump Plinplan, Tujuan Serangan ke Iran Tidak Jelas dan Inkonsisten


Petugas medis Sri Lanka mengevakuasi mayat anggota AL Iran yang tewas dalam serangan torpedo ke kapal fregat Iran Iris Dena-Ishara S. Kodikara/AFP-

"Kami telah mengumpulkan 87 jenazah," ujar seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka kepada AFP. Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Arun Hemachandra, mengonfirmasi sedikitnya 80 pelaut Iran tewas dalam kejadian tersebut.

Dari total 180 awak kapal yang dilaporkan berada di atas IRIS Dena, baru 32 personel yang berhasil diselamatkan. Angkatan Laut Sri Lanka, termasuk kapal SLNS Suranimala yang terlihat beroperasi 25 mil laut di barat Galle, masih terus melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan.(*)

Kategori :