Operator 911: Kepolisian Negara Bagian di sini, bisakah saya bantu?”.
Gilbert: Ya, ada seseorang yang mengincar saya.
“Bisakah Anda sebutkan nama Anda dan lokasi saat ini?”
“Saya Shannan Gilbert di Pantai Gilgo. Orang-orang itu akan membunuh saya.”
“Mohon Anda tenang. Tarik napas dalam-dalam lalu keluarkan pelan-pelan. Posisi persisnya Anda di mana?”
Di telepon, petugas 911 mendengar suara orang berlari. Lalu suara seperti orang mengetuk pintu. Setelahnya, hubungan telepon putus.
Tim polisi segera meluncur ke wilayah Pantai Gilgo. Tapi wilayah itu luas. Polisi tak tahu, di mana titik Gilbert berada ketika dia menelepon 911. Hasil pencarian nihil.
Berhari-hari kemudian tidak ada laporan masyarakat tentang orang hilang di wilayah hukum itu. Perempuan pekerja seks di sana umumnya hidup sendiri, meninggalkan keluarga karena malu. Sehingga tidak ada laporan orang hilang.
Beberapa bulan kemudian mayat Gilbert ditemukan tinggal tulang di wilayah Pantai Gilgo. Tak lama setelahnya, ditemukan pula tulang empat manusia lagi di wilayah itu.
Hasil identifikasi, semuanya perempuan usia sekitar 20 sampai 25 tahun. Hasil penyelidikan polisi lebih mendalam, diketahui tiga perempuan itu pekerja seks, sama dengan Gilbert. Jadi, total ada mayat lima PSK.
Identitas mereka diketahui: Gilbert, Maureen Brainard-Barnes, Melissa Barthelemy, Megan Waterman, dan Amber Costello.
Juli 2023, hampir 13 tahun setelah keempat korban Pantai Gilgo ditemukan publik, komisaris polisi Suffolk County, Rodney Harrison, membuat pengumuman: bahwa pihak berwenang percaya bahwa Rex Heuermann adalah pembunuh berantai Pantai Gilgo.
Berdasarkan hasil penyelidikan yang rumit dan berliku-liku, polisi akhirnya mengetahui bahwa pelaku setelah membunuh lalu menguasai HP korban. Dengan HP korban, pelaku mengirimkan pesan-pesan singkat kepada keluarga, kerabat dan teman, yang menggambarkan seolah-olah korban masih berkegiatan.
Cara pelaku itu terbukti menunda terungkapnya pembunuhan berantai itu selama belasan tahun.
Pelaku Rex Heuermann sudah ditangkap polisi dan ditahan. Ia kini dalam proses sidang. Ia sudah mengaku tak bersalah. Jaksa mengumpulkan aneka bukti hukum untuk mengungkap kejahatan pelaku.
Negara bagian New York sejak tahun 2004 sudah menghapus hukuman mati. Terpidana mati yang belum dieksekusi saat perubahan peraturan hukum tersebut, diubah menjadi hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Mungkin, pelaku pembunuhan Pantai Gilgo akan dikenakan hukuman terberat itu.