Bagi siswa yang tumbuh dalam dunia dengan banyak keyakinan dan pandangan yang saling berdampingan, karya Homer dapat menjadi ruang.
Melaluinya siapa saja bisa melihat persoalan tersebut. Tanpa harus segera menentukan satu jawaban.
BACA JUGA:Filsafat Nietzsche, Mengenal Eternal Recurrence tentang Menerima Kehidupan
BACA JUGA:Meresapi Analogi Nietzsche: Tuhan Sudah Mati?
Homer tidak memaksakan solusi mengenai kehidupan dan kematian. Ia hanya memperlihatkan manusia yang bergulat dengan pertanyaan tersebut.
Karena itulah, Homer dinilai tetap penting sebagai guru pertama bagi generasi postmodern.
Melalui kisah-kisahnya, siswa dapat melihat manusia dalam segala kerumitan sekaligus kesederhanaannya. Lalu kembali pada perintah Delphi yang terkenal: “Kenalilah dirimu sendiri.” (*)