Mengenal Entrepreneurs' Organization (14): Dari Plastik, Novi Rambah Industri Alkes

Mengenal Entrepreneurs' Organization (14): Dari Plastik, Novi Rambah Industri Alkes

Novi Lilyana presentasi di acara strategy and leadership learning bersama para member EO di Bali pada Juni 2022.-Dokumentasi Pribadi-

Dengan mindset serupa itulah, Novi menerapkannya dalam proses produksi PT Mirota Plastik Indonesia. Sekitar 50 persen bahan dari seluruh produk plastiknya itu berasal dari plastik yang bisa didaur ulang. 

Sehingga, hasil dari daur ulang seluruh produk plastiknya itu bisa dijadikan barang lain yang juga bernilai. Prosesnya pun lebih efisien. Dia memproduksi jenis plastik yang multilayer, seperti kertas yang dilapisi plastik. Atau kertas yang dilapisi aluminium. Itu sangat susah didaur ulang. "Jadi saya jamin yang keluar dari pabrik saya, semua bisa di-recycle," ungkapnyi.

Sistem produksi itu terbukti sangat efisien. Novi bahkan sudah ancang-ancang membangun rumah produksi lagi. Yakni di kawasan industri di Kaliwungu, Semarang.


Novi Lilyana dan member EO di sela-sela strategy and leadership learning di Bali pada Juni 2022.-Dokumentasi Pribadi-

Di Kaliwungu, khusus produksi barang-barang yang standarnya lebih bagus. SDM yang disiapkan pun adalah orang-orang baru. Targetnya, pertengahan tahun depan sudah mulai proses produksi.

Tempatnya tidak terlalu besar. Namun, berada di kawasan yang strategis. Cocok lantaran dekat dengan perusahaan-perusahaan yang menjadi langganannyi. Bisa menghemat ongkos transportasi.

Selain menerapkan proses produksi yang berkualitas, Novi juga membuka layanan customer service. Itu tak banyak dijumpai di pabrik plastik lain. Padahal sangat penting untuk keberlangsungan kerja sama.

"Misalnya, ada customer yang butuh barang mendadak. Itu kadang susah di pabrik lain. Tapi, di pabrik kami bantu usahakan sebisanya," jelasnyi.

Begitu juga dengan cara menerima komplain. Tidak dengan bertele-tele banyak alasan. Melainkan langsung dipenuhi permintaan pelanggan itu.

Sebab, Novi memprioritaskan proses produksi para pelanggannyi. Jangan sampai hanya karena barang dari pabriknyi cacat lalu menghambat proses produksi para pelanggannyi.

Layanan itu pun cukup memuaskan bagi para pelanggan. Komplain tidak direspons dengan penyelidikan. Niatnyi bukan sekadar memenuhi order, tapi niat membantu. 

"Dari situ, ada klien yang besar dan tumbuh bersama kami," papar Novi. Seperti customer dari perusahaan susu kaleng. Tutup kemasannya itu dari plastik. Novi menjadi satu-satunya supplier yang memenuhi kebutuhan pabrik tersebut. 

Padahal untuk kaleng dan labelnya itu dipesan dari lebih satu supplier. Tapi, untuk tutup plastiknya dipercayakan hanya kepada Novi.

"Kami bangga karena yang kami lakukan itu bernilai bagi customer," katanyi. Customer Service itu merupakan nilai plus. Membudaya hingga ke jajaran manajemen. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: