Farel Tugiman

Farel Tugiman

-Ilustrasi: Reza Alfian Maulana-Harian Disway-

”Apa artinya home schooling,” tanya Ganjar.

”Nggak tahu,” ujar Farel sambil tertawa.

Ketika ditanya apakah lagu Ojo Dibandingke yang dinyanyikan di depan presiden merupakan lagu favoritnya, dengan enteng ia menjawab, ”Saya tidak punya lagu favorit.”

Sejak Farel makin terkenal, banyak pihak menasihati tentang sekolahnya. Bahkan, Bupati Ipuk telah memerintah kepala sekolah tempat Farel belajar memberikan ruang lebih fleksibel. Sebagian melalui home schooling, sebagian bisa pakai daring.

Mereka khawatir Farel keteteran urusan pendidikannya. Padahal, yang dibutuhkan belum tentu pendidikan seperti pendidikan yang dibayangkan banyak orang. Pendidikan formal yang berjenjang.

Barangkali, Farel lebih membutuhkan pendidikan yang bisa mendukung talenta nyanyinya. Misalnya, belajar alat-alat musik. Seperti piano, gitar, dan semacamnya. Juga, pendidikan bahasa untuk menopang kariernya.

Ia sudah punya modal banyak untuk sukses. Asal tidak salah arah di kemudian hari. Juga, tidak tergoda untuk aneh-aneh. Termasuk oleh orang-orang di sekitarnya. Diperlukan ”penjaga” yang bisa membimbing. 

Yang dibutuhkan Farel bukan hanya seorang manajer artis. Tapi, orang ”tua” yang juga memahami psikologis perkembangan anak. Yang tidak menjadikan Farel terlalu dewasa sebelum waktunya.

Farel –seperti kata Ganjar– adalah anak yang superkreatif. Ia punya multitalenta yang luar biasa. Kepercayaan dirinya yang tinggi adalah modal paling istimewa. Dan itu menjadi kunci sukses setiap orang.

Bakat alami itu pula yang membuat persembahan lagu baru khusus untuk Ganjar menjadi menarik perhatian. Judul lagunya Tugiman. Ia menyanyikannya dengan syahdu di depan yang berangkutan.

 

Piye kabare

Idamanku

Wis rindu 

Ra sabar ngerti senyummu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: