Brawijaya Awards: Kodim Banyuwangi Andalkan Pupuk Organik dan Penanaman Terumbu Karang

Brawijaya Awards: Kodim Banyuwangi Andalkan Pupuk Organik dan Penanaman Terumbu Karang

Serma M. Nurhadi, Babinsa dari Kodim Banyuwangi yang berlomba di kategori peduli lingkungan dengan program terumbu karang.-Tira Mada-

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Penilaian inovasi program bintara pembina desa (Babinsa) inspiratif hari keempat dalam Brawijaya Awards sudah sampai pada Kodim 0825/Banyuwangi. Sepuluh bintara memaparkan program unggulan mereka di hadapan ketiga juri Harian Disway melalui zoom meeting.

 

Salah satu babinsa yang menyampaikan program unggulanadalah Sertu Widi Hidayat. Ia merupakan babinsa di Koramil 0825/12 Rogojampi. Di tempat tugasnya, ia mengajak masyarakat untuk membuat pupuk organik dari limbah ternak atau kotoran ternak.

 

Ide itu hadir karena ia melihat banyak kotoran ternak bertebaran di daerah tersebut. Aromanya pun sangat tidak enak. Ia pun berdiskusi dengan beberapa temannya. Akhirnya, muncul ide untuk membuat pupuk organik. Di desa binaannya, ada enam kelompok tani (Poktan). Satu kelompok tani tadi mengelolah lebih dari 445 hektar sawah. Jenis tanaman yang ditanam adalah padi, jagung dan kedelai. 

 

"Awalnya hanya satu poktan yang kami berikan pupuk organik ini. Karena hanya sebagai percontohan saja. Karena keberhasilan penggunaan pupuk organik itu, ternyata poktan lain berminat untuk menggunakan pupuk organik ini. Mereka juga berminat membuatnya. Hasil dari kotoran 29 ekor ternak, bisa menghasilkan satu ton pupuk organik. Setelah dicampur bahan lain," ucapnya.

 

Ada juga Serma M Nurhadi, Babinsa Koramil 0825/15 Wongsorejo. Program unggulan yang ia sampaikan terkait peduli lingkungan. Ia melakukan penanaman terumbu karang. "Kendalanya itu jika ada angin barat. Karena, selalu membawa sampah. Jika sampahnya berada di atas, cepat diketahui bisa langsung ditangani. Namun, jika sudah berada di bawah air, sudah sulit," ungkapnya.

 

Terumbu karang yang telah ditanam pun tidak diperbolehkan dipanen. Ia minta agar semua terumbu karang itu bisa hidup terus di bawa air laut. Itu akan mengundang ikan-ikan. Termasuk ikan hias. Namun, ia pun melarang masyarakat untuk mengambil ikan-ikan yang berada di terumbu karang itu.

 

"Dulu, banyak orang yang suka mengambil ikan dengan cara dibom. Akhirnya, terumbu karangnya rusak. Jadi, kami juga memberikan edukasi tentang itu. Lagian, ini semua bukan hanya untuk kita. Tapi akan dirasakan oleh anak dan cucu kita nanti," tegasnya.

 

Dalam pemaparan itu, ada juga Sertu Johan Alamsyah yang fokus melakukan pelatihan kepada pemuda daerah yang akan mendaftar TNI-Polri. Baru enam bulan terakhir program itu dijalankannya. "Sudah ada tujuh orang yang dinyatakan lulus. Mereka murid pertama saya," ungkapnya.

 

Paparan Sertu Madroji babinsa Koramil 0825/19 Sempu lain lagi. Berbekal keahliannya di bidang kesehatan, ia mendampingi kader posyandu untuk menekan angka stunting di daerah binaannya. Dalam 10 bulan terakhir, peningkatan kesehatan di warga di teritorialnya pun mulai membaik.

 

"Kami sudah memberikan penyuluhan dan asupan nutrisi untuk balita stunting sebanyak empat kali. Juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis sebanyak dua kali. Lalu, melakukan evakuasi warga yang sakit untuk berobat sudah empat kali," terangnya.

 

Lalu, ada Serda Didik Budi Prasetyo yang melakukan merenovasi rumah warga tidak layak huni. Selama satu tahun, ia bertugas di Koramil 0825/01 kota, ada satu rumah warga yang sudah direnovasi. Sementara Sertu Musta'an memberikan wawasan kebangsaan kepada anak SMP dan SMA.

 

Ada juga Serka Suwaji Hendri Wijaya yang mengembangkan potensi pemuda melalui olahraga voli dan sepak bola. Serta pramuka, silat dan karang taruna. Serka Waras Santoso yang melatih vokal dan metal penyanyi cilik. Sedang Serda Ahmad Syaihu mengajak masyarakat untuk memproduksi jamu tradisional.

 

Serta, Serda Irawan Riyanto berkiprah di bidang menjaga toleransi antar umat beragama. Salah satu caranya dengan sering mengajak kumpul pemuda lintas agama. Serta mengajak kegiatan gabungan.

 

Misalnya menjaga ibadah dalam momen hari besar keagamaan. Terakhir Serma Duladi yang melakukan penanaman bahan pangan pengganti nasi atau padi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: