Geliat Bangun Kota Reog: Potensi Air Baku Telaga Ngebel (21)

Geliat Bangun Kota Reog: Potensi Air Baku Telaga Ngebel (21)

Cadangan air tawar Ponogoro sangat melimpah di Telaga Ngebel di kaki Gunung Wilis.-Boy Slamet/Harian Disway-

Problem lingkungan di kawasan utara Ponorogo itu memang memprihatinkan. Sumur tidak mengeluarkan air lagi meski dekat dengan aliran sungai. Kalaupun keluar, airnya kotor dan bau. Tidak bisa lagi dikonsumsi.

Untuk mengatasi problem itu PUDAM Tirta Katong membangunkan sumur dalam di Desa Morosari. Mereka mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Daerah Aliran Sungai (DAS) Solo. Bupati Sugiri Sancoko meresmikan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Morosari itu, di tahun pertamanya menjabat. 


Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meresmikan SPAM di Desa Morosari.-Humas Pemkab Ponorogo-

Dirut PUDAM Tirta Katong Ponorogo Lardi sebenarnya melirik potensi sumber air baku dari pegunungan itu. Cuma ia belum menemukan sungai dengan debit air minimal 30 liter per detik. 

Namun masih ada potensi lainnya: Telaga Ngebel yang berada di ketinggian 730 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya juga di Gunung Wilis. “Potensi air bakunya lumayan,” ujar Lardi, Rabu, 3 Mei 2023.

Dari pusat Ponorogo, lokasinya hanya 12,5 kilometer. Tidak terlalu jauh. Kedalaman waduk mencapai 20 meter dengan luas 150 hektare. Potensi air tawarnya begitu melimpah. Pun dengan wisata alamnya.

Ngebel mendapat perhatian khusus dari Kang Giri. Inilah salah satu tempat wisata andalan. Dari pintu tol Madiun, ditempuh kurang dari satu jam.

Masalahnya, mengambil air telaga tak semudah membalikkan telapak tangan. Kewenangan dan perizinannya harus diurus secara vertikal . “Kewenangan air baku bukan di pemda, tapi pusat,” lanjut Lardi.

BACA JUGA:Geliat Bangun Kota Reog: UMKM Naik Kelas di Monumen Peradaban (16)

BACA JUGA:Geliat Bangun Kota Reog: Pasar UMKM Sejuta Umat (15)

Perizinan melibatkan Perum Jasa Tirta dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Tak hanya itu PUDAM Tirta Katong juga harus berkoordinasi dengan PLN yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 2,25 MW di sana.

Kendala lainnya adalah potensi konflik dengan petani. Telaga Ngebel terhubung dengan Sungai Jeram dan Talun. Airnya juga dipakai untuk mengaliri lahan persawahan seluas 10 ribu haktare. Tentu PUDAM bakal diprotes jika aliran irigasi berkurang. “Memang kompleks. Namun, kami terus cari terobosan agar arahan Pak Bupati dapat terlaksana,” ucap Lardi. (Salman Muhiddin)

Bikin SMP Rasa MTs, baca besok…(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: