Kekeringan di Cilacap Meluas ke 105 Desa

Kekeringan di Cilacap Meluas ke 105 Desa

Warga Kabupaten Cilacap mengantri air bersih kiriman pemkab-BNPB-

CILACAP, HARIAN DISWAYCILACAP sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah menjadi wilayah yang memang rawan kekeringan. Menurut data Pusdalops BPBD Kabupaten CILACAP, sedikitnya ada 105 desa di 20 kecamatan yang masuk dalam kategori rawan kekeringan

Dalam hal ini, ada desa yang tidak masuk dalam wilayah rawan kekeringan, namun karena pompa air dari Pancimas rusak dan belum ada perbaikan, maka BPBD Kabupaten Cilacap tetap mendukung pendistribusian air bersih di wilayah tersebut.

“Untuk bencana kekeringan ada di 20 kecamatan, 105 desa,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Erna Suharyanti.

BACA JUGA:Cilacap Dilanda Kekeringan, Pemkab Kerahkan 105 Ribu Liter Air

BACA JUGA:Keringnya Bulan Juni dan Juli Puncak Kemarau di Indonesia. Curah Hujan Kurang dari 20 MM Dari Jogja Hingga Madura

Ia memaparkan, ada desa yang tidak termasuk rawan kekeringan. Tetapi karena pompa air dari Pancimas rusak dan belum diperbaiki, sehingga warga yang terdampak kekeringan sudah didistribusikan air bersih oleh BPBD Kabupaten Cilacap. 

Lebih lanjut, Erna juga mengatakan bahwa selain krisis air bersih, wilayah Kabupaten Cilacap juga memiliki potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) termasuk kebakaran pemukiman warga. 

BACA JUGA:Truk Dilarang Melintas Selama Libur Idul Adha, Simak Pengaturannya

BACA JUGA:Kekeringan Mulai Membayangi Jawa Tengah

BACA JUGA:Waspada Kekeringan, Indonesia Dijepit El Nino dan Dipole Bersamaan

Sebagai antisipasi dan penanganannya, Pemerintah Kabupaten Cilacap telah membentuk Posko Karhutla Terpadu, yang dalam hal ini dibentuk atas koordinasi antara BPBD Kabupaten Cilacap bersama Perhutani dan klaster kebencanaan serta stakeholder yang lain.

“Potensi karhutla dan kebakaran rumah jelas ada. Salah satu upaya BPBD Kabupaten Cilacap sudah berkoordinasi dan mendirikan posko terpadu karhutla dengan Perhutani, klaster kebencanaan dan stakeholder yang lain seperti Basarnas, Damkar, Dinas P&K Kabupaten Cilacap, Dinas Pertanian dan lainnya,” kata Erna.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: